JAKARTA| SURYA Online - Saksi-Saksi Yehuwa (SSY) Indonesia kembali melaksanakan Kebaktian Wilayah di Jakarta, yaitu di Gedung Tenis Indoor Senayan. Kegiatan rohani tahunan bertema “Jagalah Kerohanian Saudara” ini berlangsung dua hari, Sabtu (6/2) dan Minggu (7/2) pagi sampai sore.
Puncak hadirin pada hari Minggu (7/2) tercatat 2.125 hadirin. Adapun jumlah yang dibaptis ada lima orang. Para pengikut Yesus Kristus ini dibaptis —menandai peresmian mereka sebagai rohaniawan-rohawaniawan terlantik yang mengabdikan hidup untuk melayani Allah— pada hari Sabtu (6/2) siang, setelah mendengarkan khotbah baptisan selama 30 menit.
Sebagaimana kebaktian tahun-tahun sebelumnya, kebaktian ini diisi serangkaian khotbah berdasar Alkitab. Khotbah-khotbah SSY cocok untuk semua lapisan masyarakat, termasuk orang tua dan anak-anak, suami-istri maupun para pria dan wanita lajang.
Tema khotbah yang disampaikan masing-masing pengkhotbah pun beragam. Yunianto Ariwibowo, misalnya, menyampaikan beberapa khotbah, salah satunya berjudul ‘Menjaga Kesehatan Rohani dalam Dunia yang Sakit”. Ariwibowo antara lain mengingatkan para hadirin agar tetap menjaga kerohanian mereka karena saat ini hidup dalam sebuah dunia yang sakit. Untuk dapat bertahan hidup dengan baik dan benar, tegasnya, umat harus sehat secara rohani.
“Jika untuk mencapai sehat secara jasmani kita perlu melakukan beberapa tindakan, demikian pula jika kita ingin sehat secara rohani.” paparnya.
Misalnya, jika ingin sehat secara jasmani harus menyantap banyak makanan bergizi, maka agar sehat secara rohani harus sering menikmati makanan bergizi berupa firman Allah alias harus rutin membaca Alkitab. “Kemudian, bila sehat jasmani memerlukan pelatihan tubuh atau olah raga, maka sehat rohani memerlukan pelatihan iman. Selain itu kita juga harus rutin memeriksa kerohanian kita, tak beda dengan pemeriksaan rutin kesehatan bagi mereka yang menginginkan terjaga kesehatannya secara jasmani,” tegas Ariwibowo.
Sedangkan Wahyu Santoso dalam salah satu khotbahnya menyebutkan perlunya menjaga hati agar tidak memunculkan hal-hal yang dibenci Yehuwa (nama pribadi Allah, Red). Materi itu tertuang dalam khotbah berjudul “Lebih daripada Semua Hal Lain, Jagalah Hatimu”.
“Kita sering dengar peribahasa cinta itu terjadi ‘dari mata turun ke hati’, tapi kita juga harus ingat bahwa dosa pun bisa muncul dari ‘mata turun ke hati’,” katanya.
Wahyu Santoso mengungkapkan sebuah contoh pada Akitab, yaitu dalam Kejadian Pasal 3 ayat 16 di mana Hawa berbuat dosa setelah matanya melihat pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat di Taman Eden. Kala itu, meski dilarang Allah memakan buah dari pohon tersebut namun setelah melihatnya –-dan sesudah “diprovokasi” setan— maka Hawa nekat melanggar peraturan Allah dengan mengambil dan memakan buah dari pohon pengetahuan yang baik dan yang jahat. Hawa juga mengajak suaminya, Adam, ikut memakan buah itu. jun
Dibaca: 803 kali
oktaviani Kharisma Gita
Semoga kita semua terus sadar untuk menjaga kesehatan rohani kita ya..
TErimakasih atas artikelnya..
^_^