Shinta Bachir : Berani Tak Harus Porno

SURYA Online - “Memangnya peran menantang itu harus beradegan panas, mesra, mandi, atau tanpa busana? Menantang bisa dengan menampailkan karakter lain. Aku suka peran yang menantang, meski enggak masalah jika tetap ada tuntutan tampil seksi.”

Begitulah pendapat Shinta Bachir, 24, yang baru saja melepas film terbarunya, Times. Bertolak dari pandangan itu pula, bintang sinetron dan film ini tak menampik jika mendapat tawaran film-film menantang.

Sejak tampil berani di film Suster Keramas, Shinta mengaku menerima sejumlah tawaran bermain film yang menuntutnya berani beradegan buka-bukaan dan bahkan dengan busana minim. Namun, tawaran itu tidak serta-merta diterimanya. Gadis yang pernah menyabet predikat Queen Party Icon 2007 ini tidak ingin tantangan peran yang diberikan terlalu mengumbar tubuh dan cenderung porno.

“Bermain atau memerankan tokoh dengan adegan berani kan enggak harus porno. Kalau yang begitu aku engga suka, jadinya malah enggak sehat. Paling tidak ada trik kamera yang bikin tampilannya jadi elegan dan tidak vulgar,” ujar gadis yang pernah dijuluki sebagai pemain film berkarakter genit dan menggoda ini.

Shinta menegaskan tak peduli dengan julukan miring yang diberikan orang pada dirinya terkait peran-peran yang dia lakoni. Bagi Shinta yang memiliki tinggi badan 167 cm, berat 49 kg, dan mengaku memiliki ukuran bra 32C ini, yang penting adalah bisa tampil maksimal dalam setiap peran yang dipercayakan padanya.

“Jika tuntutan sebuah peran dalam sebuah film aku harus tampil seksi dan sensual, kenapa enggak? Wajar kan perempuan ingin menonjolkan sisi sensualitasnya, asal tidak memaksakan diri,” ujar artis kelahiran Wonosobo, Jateng ini. wk/pra

Dibaca: 1051 kali

  • Editor : Achmad Pramudito

Komentar anda

  1. pututik Selasa, 9 Februari 2010 - 10:34:28

    Pola pikirnya seperti ini yang harus terus ditumbuhkan, karena dari kunjungan saya banyak sekali wanita yang malah risih jika tidak tampil vulgar. Hedonisme dan budaya kebarat-baratan sudah terbentuk dengan sukses di negeri ini. Artispun selalu berusaha menggolkan budaya kebebasan. Jika diperingatkan selalu bilang, “inilah seni, aku ingin tampil full dan sebagainya yang sebenarnya mereka hanya ingin harta dunia dan melupakan Aturan Tuhan yang pasti telah mereka pelajari meski hanya setengah2

Kirim Komentar