YOGYAKARTA | SURYA Online - Ratusan ribu buku bajakan “Gurita Cikeas” diperkirakan beredar bebas di sejumlah kota seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta dan Surabaya. Buku bajakan “Gurita Cikeas” ini paling banyak beredar di Jakarta dan Bandung.
“Ada 15 jenis seri bajakan, kalau rata-rata ada 10 ribu berarti ada sekitar 150 ribu buku bajakan beredar,” ujar Direktur Galang Press, Julius Felicianus di sela-sela persiapan Tahlilan Mengenang 40 Hari Gus Dur di Yogyakarta, Senin (8/2/2010). Ia menyatakan untuk Jakarta saja ada 4 seri buku bajakan.
Ia menambahkan berdasarkan pengalamannya dengan buku “Jakarta UnderCover”, jumlah buku bajakan biasanya 2 kali lipat dari perkiraan yang ada. Jadi, saat ini diperkirakan ada 300.000 eksemplar buku bajakannya.
Menurut Julius, tak hanya nama pengarang yang salah, buku bajakan “Gurita Cikeas” yang beredar di Jakarta jika dibuka bukan dimulai dengan halaman 1 tapi langsung halaman 29. “Ada yang tulisan pengarangnya salah, George Junus Aditjondro dicetak keliru dengan nama George Junius Aditjondro,” ungkap Julius.
Ia memastikan secara materi, Galang Press merugi. Namun, masyarakatlah yang lebih dirugikan karena akses informasi yang terbatas terkait dugaan korupsi. Julius menyampaikan di Jakarta, buku bajakan “Gurita Cikeas” banyak beredar di Pasar Senen, sementara untuk Bandung banyak ditemukan buku bajakan “Gurita Cikeas” di pasar buku tradisional.
rico/sonora
Dibaca: 19 kali