SIDOARJO | SURYA Online - Petugas kepolisian gabungan dari Kepolisian Wilayah Kota Besar (Polwiltabes) Surabaya dan Kepolisian Resor (Polres) Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), menyita sekitar 42 ton pupuk bersubsidi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sidoarjo, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Ernesto, Senin (8/2/2010), mengatakan, puluhan ton pupuk bersubsidi tersebut disita dari gudang milik seseorang yang berinisial ST, warga RT 1 RW 1, Dusun Besuk, Desa Jabaran, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, Jatim.
“Modus yang digunakan yaitu dengan mengganti karung pupuk bersubsidi dengan karung pupuk yang tidak memiliki tulisan bersubsidi,” katanya.
Ernesto menjelaskan, dari penggantian karung pupuk ini, pelaku berhasil meraup keuntungan hingga dua kali lipat. Jika sebelumnya harga pupuk bersubsidi dibeli seharga kurang sekitar Rp 80 ribu per karung, maka setelah itu bisa dijual kembali dengan harga sekitar Rp 200 ribu per karung. “Tersangka mencari keuntungan dengan mempermainkan harga dari subsidi menjadi harga tidak subsidi,” katanya.
Selain mengganti karung pupuk, modus lain yang digunakan oleh pelaku untuk menambah keuntungan yaitu dengan mengganti kota tujuan pengiriman pupuk. “Dalam surat pengiriman pelaku mengaku jika pupuk tersebut akan dikirimkan ke luar pulau, namun pada praktiknya pupuk tersebut hanya dikirimkan ke luar kota,” ungkap Ernesto.
Di gudang tersebut, polisi menyita sebanyak 42 ton pupuk berukuran 50 kg merek “Buah Daun” yang diproduksi PT Pupuk Kaltim bersubsidi pemerintah. Selain pupuk “Buah Daun”, katanya, di gudang yang baru disewa tiga hari itu juga ditemukan ratusan pupuk Amonium Sulfat ZA yang diproduksi Petrokimia Gresik bersubsidi.
“Namun, untuk pupuk Petrokimia belum sampai dilakukan penggantian sak nonsubsidi,” ucapnya.
Di gudang berukuran lebar 38 meter dan panjang 72 meter itu juga ditemukan tumpukan ratusan sak bekas.
“Kami juga menyita mobil jenis truk dengan nomor polisi N-9061-UA yang berisi pupuk dan juga mobil truk bernomor polisi L-8009-MF dan bernomor N-8324-UT,” papar Ernesto.
Terkait dengan adanya temuan ini, Polres Sidoarjo akan terus meningkatkan pengawasan terkait masalah distribusi pupuk.
ant
Dibaca: 380 kali