Demi Bayar Uang Kuliah, Gadis Lelang Keperawanan

SELANDIA BARU | SURYA Online - Himpitan ekonomi terkadang membuat orang melakukan hal-hal gila. Seorang gadis asal Selandia Baru yang mengaku miskin, menjual keperawanannya melalui sebuah situs lelang. Ia mengaku melelang keperawanannya demi membayar uang kuliahnya.

Dalam situs lelang ineed.co.nz gadis berumur 19 tahun yang menggunakan nama ‘Unigirl’ ini menawarkan keperawanannya seharga 20.000 pound (sekitar Rp 259 juta).

Dan ternyata, hasil lelang mencapai harga tertinggi sebesar 46.000 dolar New Zealand (sekitar Rp 299 juta). “Saya telah menerima tawaran lebih tinggi dari yang pernah saya impikan.” tulis sang gadis dalam situs tersebut.

Gadis itu menambahkan, iklan lelangnya telah dilihat oleh lebih dari 30.000 orang dengan lebih dari 1.200 penawaran. “Terima kasih untuk lebih dari 30 ribu orang yang melihat iklan saya dan lebih dari 1200 orang yang menawar,” kata sang ‘unigirl’ seperti dilansir Telegraph.co.uk (4/2/2010).

Dalam iklan tersebut, ia menggambarkan dirinya menarik, langsing, bugar, sehat, belum pernah berhubungan seksual, dan masih perawan.

“Saya menawarkan keperawanan saya kepada penawar tertinggi selama semua aspek keselamatan pribadi terpenuhi. Ini keputusan yang dibuat dengan penuh kesadaran akan keadaan dan konsekuensi yang mungkin terjadi.” tulisnya.

Gadis itu sendiri tidak menanggapi permintaan media yang memintanya untuk wawancara.

Apa yang dialami gadis tersebut bukanlah hal baru. Tahun lalu, seorang mahasiswi asal Amerika Serikat juga melelang keperawanannya lewat internet untuk membayar gelar masternya.

Natalie Dylan (22) asal San Diego, California, menawarkan bercinta semalam dan ia berhasil membujuk sekitar 10.000 orang laki-laki untuk ikut dalam lelang itu. Anda tahu berapa nilai penawaran yang masuk? Ia menyebutkan 243.000 dolar AS atau sekitar Rp 2,2 miliar lebih.

Dylan mengklaim berhasil merebut hati banyak pria, baik pria yang gila seks maupun para pria yang memintanya dengan sopan termasuk para pengusaha kaya.

“Saya tahu bahwa banyak orang akan menghukum saya karena hal ini begitu tabu, tetapi saya benar-benar tidak punya masalah dengan itu (menjual keperawanan -Red),” ujar Dylan, seperti dilansir Telegraph.co.uk.

Dylan merasa ini pengalaman yang mengejutkan karena ternyata banyak orang yang mau mengeluarkan uang begitu besar untuk sebuah keperawanan, yang menurutnya kini tak lagi dihargai begitu tinggi. warkot

Dibaca: 735 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar