Ratusan Unggas di Pamekasan Mati, Diduga Terserang Flu Burung

PAMEKASAN | SURYA Online - 430 ekor unggas milik warga di Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Madura, dilaporkan mati mendadak dan diduga terserang virus flu burung (H5N1).

Unggas yang mati itu terdiri dari jenis itik sebanyak 300 ekor dan ayam kampung sebanyak 130 ekor, kata pemilik unggas, Syair (30), warga RT 03 RW 05 Dusun Kwanyar, Selasa (26/1/2010).

Kasus matinya ratusan unggas milik Syair merupakan kasus kedua di wilayah Kabupaten Pamekasan. Sebelumnya, 370 ekor ayam petelur milik Yuni Astutik yang merupakan tetangga Syair, juga dilaporkan mati mendadak dan dinyatakan positif terserang virus flu burung oleh Dinas Peternakan Pamekasan, setelah melakukan “rapid tes”.

Unggas milik Syair mati, setelah matinya ayam petelur milik Yuni Astutik. “Kemungkinan ayam milik saya ini juga terserang virus flu burung, karena jarak kandang tidak jauh dengan jarak kandang milik Yuni Astutik,” ungkap Syair.

Menurut Syair, ia sudah telah melaporkan kejadian tersebut ke aparat desa setempat, namun sampai saat ini belum ada petugas yang datang melakukan peninjauan.

“Kalau yang milik saya ini belum diketahui apakah terserang virus flu burung atau tidak, karena sampai saat ini belum dilakukan pemeriksaan,” kata Syair.

Sementara, Ketua RT 03 RwW 05 Dusun Kwanyar, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Achmad Ridwan, membenarkan adanya unggas mati mendadak milik warga dusunnya itu.

Namun, lanjutnya, sampai sekarang belum ada petugas yang datang ke lokasi meninjau kandang ayam yang mati mendadak tersebut.

“Yang sudah dilakukan pemeriksaan, hanya ayam milik Yuni Astutik, sedang milik Syair, sampai saat ini belum,” ucap Achmad.

Dinas Peternakan Pamekasan hingga Selasa siang, belum memberikan keterangan pers terkait matinya unggas milik Syair (30) warga Dusun Kwanyar, Desa Pademawu Timur, Kecamatan Pademawu tersebut.

ant

Dibaca: 27 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar

Viagra | Levitra | Cialis | Viagra Online | Tramadol