Home » Surabaya Metro

Reklame ‘X’ Ambruk, Perjalanan Lima KA Terhambat

SURABAYA - SURYA- Papan reklame raksasa di Jl Ahmad Yani ambruk ke tengah-tengah perlintasan rel kereta api (KA), tepatnya di kilometer 13.00, yang berdekatan dengan kantor Korem 084 Bhaskara Jaya, Minggu (24/1) sore, sekitar pukul 16.00 WIB.

Meski tidak ada korban jiwa ambruknya papan reklame itu tak urung merugikan para penumpang kereta api dan masyarakat sekitar yang terkena imbas pemadaman lampu. Peristiwa itu juga semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat pada kekuatan konstruksi papan reklame raksasa.

Papan reklame produk operator seluler yang berdiri di sebelah timur rel KA itu ambruk ke arah barat. Akibatnya bagian atas papan reklame terhempas tepat di atas rel.

Menurut saksi mata, Sersan Mayor (Serma) Sugianto papan reklame itu ambruk di saat hujan turun lebat disertai angin kencang sekitar pukul 16.00 WIB. Ia saat itu bertugas jaga di pos penjagaan Korem 084 Bhaskara Jaya sempat melihat papan reklame mulai bergoyang karena terpaan angin yang kencang.

“Teman-teman sempat khawatir dan berusaha mengingatkan orang-orang di bawahnya (penjaga stan bunga) tapi belum sempat bertindak, reklame itu ambruk,” ujar pria yang masih mengenakan seragam dinas itu, Minggu (24/1).

Hal senada juga disampaikan Imam, penjaga stan bunga yang berada tepat di bawah papan reklame. Pria setengah baya itu sempat shock mengetahui papan reklame ambruk. Mengingat saat itu ia berada di dalam stan. “Karena hujannya deras saya tetap di dalam stan, tiba-tiba ada suara kabel listrik tertarik dan bruk reklame Flexy itu ambruk, untung ambruknya tidak menimpa stan saya,” kisah Imam lega. Ia menyebut ambruknya papan reklame itu tidak diiringi suara dasyat karena tidak langsung terempas ke tanah tapi sempat tertahan kabel listrik dan pepohonan.

Kegelisahan sempat menyelimuti penumpang kereta komuter yang saat itu cukup padat. Para penumpang sudah bertanya-tanya ketika kereta ngendon sekitar satu jam di Shelter Kertomenanggal.

“Anaknya sampai ketakutan, histeris dan nangis keras,” ujar Endah. Ibu muda yang mengajak dua putranya untuk berlibur ke rumah neneknya di Krembung, Sidoarjo, itu akhirnya meminta keluarga menjemput, sambil berusaha menghibur dua anaknya yang masih kecil.

Masinis KA Komuter Surabaya-Porong dengan nomor kereta 811 A Rono S menyatakan informasi ambruknya papan reklame di jalur KA diketahui melalui informasi yang diberikan petugas di stasiun Waru. Informasi itu diterima ketika KA berada di Shelter Kertomenanggal yang berjarak 300 meter dari lokasi ambruknya reklame pada pukul 16.45 WIB. “Saya dapat informasi untuk tidak bergerak, karena ada papan reklame yang ambruk,” terang Rono.

Kereta baru dijalankan kembali setelah ada perintah komuter diminta membantu evakuasi papan reklame. “Kami membantu memberi penerangan,” tambah Rono yang kemudian menjalankan kereta api hingga 10 meter dari posisi ambruknya reklame. Setelah evakuasi pada pukul 19.15 WIB, KA baru bisa berjalan.

Sebelum benar-benar ambruk kondisi papan reklame dengan model penampang vertikal itu sudah dikhawatirkan warga sekitar. Para penjaga stan bunga di sekitar berdirinya papan reklame bahkan sempat bertanya-tanya mengapa reklame itu tidak segera dibongkar karena tanda silang (X) yang menandakan sebagai papan bermasalah sudah tertempel. “Tanda silang itu sudah ada paling tidak sudah sebulan lalu tapi tetap dibiarkan saja,” tegas Imam.

Meski belum diketahui secara pasti permasalahan apa yang membuat papan reklame itu diberi label silang, tapi konstruksi papan reklame itu memang nampak mengkhawatirkan.

Jika melihat kondisi fisik, papan reklame itu ambruk karena sambungan pipa tiang utamanya terlepas. Kondisi irisan tiang utama yang putus nampak halus yang berarti potongan tiang utama itu memang bagian sambungan bukan tiang utama yang patah. Kemungkinan sambungan tiang utama yang hanya ditopang plat besi yang dilas di sisi utara dan selatan lepas karena kuatnya hembusan angin.

Papan reklame itu sendiri berdiri di satu tiang utama dan ditopang satu tiang lebih kecil. Satu tiang utama berupa pipa besi dengan diameter sekitar 1 meter dan satu tiang lagi berupa pipa berukuran lebih kecil (lebih kurang diameternya sepertiga tiang utama). Sambungan pipa utama terletak sekitar satu meter di atas pondasi pipa utama. Pondasi tiang utama tetap menancap di tanah dan tidak ikut terangkat.

Kepala Bidang Tata Ruang Pemkot Surabaya Anak Agung Dwijaya Wardana mengatakan iklan berukuran 5 x 10 meter tersebut milik CV Alamat Teduh (AMT). Selain diterjang angin, menurutnya, robohnya reklame itu juga disebabkan oleh rapuhnya konstruksi tiang dari iklan.

“Tapi untuk penyebab pasti akan kami cek lebih detail besok. Demikian juga untuk nilai kerugiannya,” kata Dwijaya yang langsung memimpin evakuasi.

Humas PT KA Daops VIII Surabaya Herry Winarno menambahkan akibat penutupan jalur tersebut, lima perjalanan KA dari Surabaya ke sejumlah kota lain di Jatim terpaksa ditunda. Yakni, KA Barang dari stasiun Gubeng ke Malang, KA Sritanjung menuju Banyuwangi, dan KA Komuter menuju Porong Sidoarjo. Dua kereta lainnya tertahan di tengah jalan, yaitu KA Penataran dari Blitar tertahan di stasiun Waru dan KA Komuter tertahan di Shelter Kertomenanggal.nrey/aru/uji

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "