Pasar Panci Presto Belum Matang

Terjangkau, Tak Dilirik Home Industry
SURABAYA - surya-
Produk perlengkapan rumah tangga terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat. Perkakas masak misalnya, terus bertambah baik fungsi maupun kepraktisannya, salah satunya panci presto.

Store Manager Hartono Elektronika, Ronald Saputra mengatakan, hampir semua rumah kini memiliki produk yang berfungsi utama untuk melunakkan duri, tulang atau daging ini. Namun dalam perkembangannya, panci tekanan alias panci presto atau pressure cooker ini juga banyak digunakan untuk urusan memasak bahan lainnya.

“Produsen mendesain produk ini dua jenis, manual dan elektrik. Rumah tangga biasa, umumnya panci manual. Jarang yang beli presto kecuali yang sudah mengerti kegunaan dan fungsinya,” kata Ronald, akhir pekan lalu.

Selain harganya lebih mahal dibanding panci biasa, menurutnya, panci presto menggunakan petunjuk praktis yang harus dibaca seksama, terutama jika jenisnya adalah panci presto listrik atau elektrik.

“Rata-rata konsumen sering beli yang harganya Rp 1 jutaan. Pembelinya justru bukan home industry tapi rumah tangga. Padahal produk ini memiliki fungsi beragam untuk memasak,” ujarnya.

Di tempatnya, Ronald mengungkapkan hanya menjual dua merek panci presto yakni Supor (produk Miyako) seharga Rp 1 jutaan dan Oxone seharga Rp 1,8 jutaan untuk ukuran 11 liter.

Rata-rata, dalam sebulan di tempatnya bisa menjual sedikitnya 25 unit. Sedang di saat ramai, penjualannya bisa menembus 40–50 unit.

Asisten Direktur Maspion Group, H Soeharto menambahkan, permintaan panci presto di pasar domestik masih cukup tinggi. Terutama pemesanan antarpulau masih cukup tinggi. “Market di Jawa sudah cukup padat. Kita fokus ke pemasaran domestik, porsinya bisa sekitar 60–70 persen, sisanya kita ekspor ke negara-negara tetangga,” imbuhnya.

Harga panci presto Maspion untuk yang nonelektrik di kisaran Rp 250.000 per unit, sedang untuk presto elektrik di atas Rp 1 juta.name

Dibaca: 1031 kali

  • Editor : jps

Komentar anda

  1. Mama Chef Selasa, 9 Februari 2010 - 20:12:24

    Kenapa comments-nya tidak di approve?

    Maaf, komentar anda mengandung bahasa-bahasa iklan, promosi atau menawarkan suatu produk, kalau kami loloskan komentar anda bisa menjadi ajang pasang iklan, terima kasih atas pengertiannya.

    S Wibowo
    Surya Online

Kirim Komentar