Tasikmalaya - SURYA- Uang milik nasabah BCA Tasikmalaya sebesar Rp 200 juta dirampok ketika mobil milik nasabah sedang parkir di pinggiran Jalan Otitista, Tasikmalaya, Jawa Barat, Senin (25/1).
Perisitiwa yang diketahui terjadi sekitar pukul 12.00, di pusat keramaian kota tersebut sempat menjadi tontonan warga yang bertepatan dengan waktu jam isitirahat kerja.
Korban sebagai pengusaha kelontongan di Tasikmalaya, Agus Salim (40), warga Cicompret, Kecamatan Bojonggambir, Kabupaten Tasikmalaya, dirampok saat dirinya sedang makan siang di sebuah warung nasi sekitar 50 meter dari jarak mobil miliknya yang diparkir.
Peristiwa tersebut diketahui ketika alarm mobil Toyota Kijang nopol D1172UN berbunyi, hingga Agus melakukan pengecekan dan melihat kaca pintu kiri depan sudah dalam keadaan pecah.
Sedangkan uang yang baru diambilnya dari Bank BCA kemudian disimpan di bawah jok depan mobil telah hilang dibawa kabur maling yang tidak diketahui ciri-ciri pelakunya.
“Saat alarm mobil bunyi saya langsung lihat mobil, dan ternyata kaca mobil sudah pecah dan uang yang saya simpan di bawah jok sudah raib,” katanya di lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut membuat Agus shock karena uang miliknya yang dikirim dari pelanggan hasil dari penjualan usahanya dengan sekejap digondol pencuri.
Ia sebelumnya tidak menaruh perasaan curiga ketika keluar dari bank bersama satu orang rekannya, Enjang (28), kemudian melajukan kendaraannya tidak jauh dari bank dan mampir ke sebuah warung nasi untuk makan siang.
“Saya tidak merasa ada yang dibuntuti, saya sengaja simpan uang di bawah jok, karena saya yakin tidak ada yang tahu, tapi kenyataannya, maling itu tahu,” kata Agus yang merasa heran uang miliknya di bawah jok mobil diketahui pencuri.
Sementara itu, peristiwa tersebut akhirnya jajaran kepolisian dari Polresta Tasikmalaya dipimpin langsung kasat Reskirim Harso Pujahartono bersama anggotanya melakukan penyelidikan di lokasi kejadian, dan memintai keterangan dari masyarakat setempat.
Namun, kata Harso pihak kepolisian, dari keterangan warga termasuk pedagang pinggiran jalan tidak mengetahui persis peristiwa perampokan.
“Kami masih melakukan penyelidikan, dan memintai keterangan dari masyarakat, namun peristiwa ini tidak ada yang mengetahui secara pasti saat kejadiannya,” katanya.
Menurut Harso, aksi perampokan dengan membongkar kaca mobil, diduga pelaku telah membuntuti korban sejak di bank, hingga perampokan melakukan aksinya ketika korban yang sedang makan siang meninggalkan uang yang disimpan di mobil.
Kata Harso, peristiwa tersebut disarankan kepada nasabah jika mengambil uang dengan nominal jumlah besar diharapakan meminta pengawalan dari kepolisian yang sudah disiagakan di setiap bank.
“Kalau membawa uang dari bank jumlahnya besar diharapkan nasabah itu dibantu pengamanannya oleh polisi, dan itu kami tegaskan tidak dipungut biaya,” katanya.
Untuk tindak lanjut kasus perampokan uang nasabah, mobil korban termasuk pemiliknya dan rekannya dibawa ke markas Polresta Tasikmalaya untuk dilakukan pemeriksaan selanjutnya. Ant/luc/warta kota
Editor : jps