Home » Citizen Reporter

Bohong Putih

Masyithah Maghfirah R

Mahasiswi Sastra Indonesia, Universitas Negeri Malang

masyithah_maghfirah_rizam@yahoo.co.id

Anda tentu tak asing lagi dengan istilah bohong putih atau white lie. Bohong putih merupakan tindakan berbohong yang dianggap bertujuan baik sehingga dibenarkan kebanyakan orang. Namun, siapakah yang memutuskan tujuan baik adalah tujuan baik? Baik bagi siapa? Diri sendiri ataukah orang lain? Karena mungkin saja, bohong putih ini telah terkontaminasi egoisme penggunanya.

Seorang anak yang melihat ibunya berselingkuh, namun berbohong pada ayahnya, mengatakan dia tidak mengetahui apapun, apakah termasuk bohong putih? Anak ini berbohong agar ayahnya tidak marah dan menghindari kemungkinan terburuk; perceraian. Sederhananya, anak ini tidak ingin terjadi perpecahan dalam keluarganya. Sekali lagi, apakah termasuk bohong putih?

Bohong, dilihat dari segi manapun memang tindakan yang tidak terpuji. Bohong merupakan kondisi kejiwaan yang tidak sehat, karena seseorang cenderung mencari jalan keluar yang tidak normal saat dirinya berbohong.

Bukankah kebohongan yang satu harus dirangkai lagi dengan kebohongan lainnya, sehingga akan terbentuk rantai kebohongan yang panjang. Kebohongan seperti harus ‘dilindungi’ agar tetap berada di posisi aman, sehingga seseorang yang berbohong bagaikan berada dalam lingkaran setan.

Tapi, tahukah Anda, bohong putih mungkin saja memang bertujuan baik. Asalkan alasannya benar-benar jelas, untuk kepentingan banyak orang, bukan kepentingan pribadi, karena egoisme akan membuat bohong putih menjadi bohong hitam atau bohong yang sebenarnya.

Dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk jujur, jika ada kondisi di mana kejujuran itu akan membawa keburukan bagi banyak orang maka kitalah yang memutuskan apakah akan melakukan bohong putih atau tidak.

Kita tidak boleh lepas tangan begitu saja setelah melakukan bohong putih. Seperti halnya anak yang telah melakukan bohong putih kepada ayahnya tadi. Si anak harus berupaya menyadarkan ibunya.n

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "