Home » Berita Terkini » Sumatera

Anggaran Kosong, RSUD di Jambi Terancam Tutup

JAMBI | SURYA Online - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nurdin Hamzah Muarasabak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, terancam tutup, sebab hingga kini APBD 2010 daerah itu belum dibahas dan disahkan DPRD Tanjabtim.

Kepala RSUD Nurdin Hamzah, Syamsiran ketika dikonfirmasi di Muarasabak, ibukota Tanjabtim, Senin (25/1/2010), menjelaskan, saat ini untuk menutupi biaya kebutuhan pokok seperti makan pasien dan bahan bakar minyak jika listrik padam terpaksa berhutang kepada pihak ketiga.

Pihaknya sering kewalahan untuk biaya jika ada pasien yang harus dirujuk ke Kota Jambi.

“Semua biaya harus kita tanggung, sementara kas kita kosong,” ungkap Syamsiran.

Syamsiran mencontohkan, saat penanganan kasus kelahiran bayi kembar siam di Kelurahan Nibung Putih yang harus dirujuk ke RSUD Raden Mattaher di Kota Jambi, masalahnya bisa diatasi karena Bupati Tanjabtim Abdullah Hich bersedia membantu.

Karyawan RSUD Nurdin Hamzah yang saat ini berjumlah 145 orang juga terancam tinggal separuh, menyusul adanya pernyataan sejumlah tenaga kerja sukarela (TKS) yang tidak sanggup bertahan hingga tiga bulan ke depan. Para TKS itu sudah menghadap Kepala RSUD Nurdin Hamzah bahwa mereka akan mencoba bertahan hingga sebulan ke depan.

“Mereka minta saya mengerti jika mereka terpaksa berhenti. Sudah saya coba minta agar mereka bertahan, tapi saya juga tidak bisa menolak keputusan mereka,” kata Syamsiran.

Selama ini para TKS itu sama sekali tidak menerima gaji dari manajemen RSUD, sebab mereka memang bukan PNS dan juga bukan honorer. Mereka hanya mengandalkan bertahan hidup dari uang jaga yang mereka terima Rp 25 ribu setiap kali habis bertugas.

Selama anggaran belum tersedia mereka terpaksa tidak punya uang, kendati mereka diinapkan di mess RSUD, namun untuk makan sehari-hari saat ini terpaksa Syamsiran mengaku memberi pinjaman.

Ia menjelaskan hutang RSUD sampai saat ini sudah mencapai Rp 15 juta lebih antara lain untuk kebutuhan itu makan pasien, BBM, dan beberapa biaya perawatan peralatan yang tidak bisa ditunda perbaikannya.

“Kami sangat keberatan dan mustahil bisa mengatasi semua masalah itu sampai berbulan-bulan. Kalau begini terus saya akan minta izin pak Bupati supaya rumah sakit ditutup saja dulu,” katanya.

Namun, untuk kebutuhan obat di RSUD itu masih mencukupi hingga tiga bulan lagi, sementara petugas kebersihan juga hingga kini terpaksa belum gajian.

Berdasarkan informasi, nota pengantar APBD 2010 telah disampaikan eksekutif kepada legislatif sejak 21 Oktober 2009 atau bertepatan dengan HUT Tanjabtim ke-10.

Jika sampai Maret 2010 anggaran masih belum turun, para TKS di RSUD Nurdin Hamzah mengancam berhenti, padahal jumlahnya mencapai 50 persen dari karyawan yang ada.

ant

Editor : Sugeng Wibowo

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "