KA Khusus Angkut Bonek

BANDUNG | SURYA - PT KA Daerah Operasi (Daop) II Bandung menyiapkan satu kereta khusus untuk mengangkut Bonek ke Surabaya seusai pendukung Persebaya itu menonton tim kesayangannya melawan Persib Bandung di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Sabtu (23/1) malam.

Pembina Yayasan Suporter Surabaya (YSS), Wastomi mengatakan, rencananya KA khusus terdiri atas 10 gerbong itu diberangkatkan dari Stasiun Rancaekek, Kabupaten Bandung, Minggu (24/1) dinihari, sekitar pukul 02.00 WIB.

“Kami sudah koordinasi dengan pihak Daop II Bandung. Rombongan akan bertolak dalam satu rombongan utuh, tak boleh tercecer,” kata Wastomi.

Menurut data dari Panpel Persib, jumlah Bonek yang datang ke Bandung sekitar 4.000 orang dan ditampung di Kompleks Lanud Sulaeman. Mereka mendapat pelayanan dari suporter Maung Bandung Persib, Bobotoh. Bahkan, untuk sarapan, Sabtu (23/1) disediakan panpel.

Kapolres Bandung AKBP Imran Yunus menyebutkan pemulangan Bonek seusai pertandingan akan dilakukan secara serentak.

“Tidak boleh ada Bonek yang tercecer atau berkeliaran, kalau berkeliaran akan ditertibkan. Mereka harus pulang satu rombongan yang langsung diangkut dengan truk dari stadion ke stasiun,” kata Kapolres, Imran Yunus.

Pemulangan Bonek dilakukan setelah Bobotoh Persib bersih dari jalanan. Pemulangan akan dilakukan dengan pengawalan dari jajaran Polres Bandung.

“Kita memfasilitasi mereka, namun kami juga siap bertindak tegas. Bonek jangan masuk ke dalam Kota Bandung,” tegas Imran.

Usai pertandingan Persib menjamu Persebaya, jajaran Polres Bandung dibantu Pengendalian Massa (Dalmas) Polda Jabar mengangkut pendukung Persebaya ke Stasiun Rancaekek menggunakan angkutan truk dan bus.

Kesiagaan jajaran Polres Bandung dan Polda Jabar lebih maksimal dengan fokus mengamankan dua kubu suporter dan mengantisipasi terjadi benturan.

“Bonek dan Bobotoh akur sejak dulu, namun kami tetap mengantisipasi. Tak hanya antisipasi benturan juga hal lainnya oleh bonek,” kata Imran Yunus.

Pada kesempatan itu, jajaran Polres Bandung melakukan pengawalan sepanjang perjalanan dari Soreang Kabupaten Bandung ke Rancaekek yang berjarak sekitar 40 kilometer.

Perjalanan KA khusus tersebut tidak mengganggu j adwal perjalanan KA reguler lainnya. KA tersebut merupakan rangkaian khusus yang biasa disiapkan untuk KA Sapujagat saat Lebaran.

“Diharapkan suporter Surabaya bisa terangkut semuanya sehingga perjalanan KA reguler seperti KA Pasundan Bandung - Surabaya
tidak terganggu,” kata Kepala Humas PTKA Daop II Bandung Bambang Setya Prasetyo.

Menurut Bambang, pengangkutan bobotoh difokuskan di Stasiun Rancaekek. Rangkaian KA tersebut akan mendapat pengawalan polisi sepanjang perjalanan dari Bandung ke Surabaya.

Sementara Wali Kota Surabaya, Bambang Dwi Hartono mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak di Surabaya seperti kepolisian dan PT KAI, guna memastikan kereta api yang ditumpangi suporter tidak berhenti di setiap stasiun.

Selain itu, lanjut Bambang, koordinasi tersebut dilakukan langsung dengan koordinator suporter yang sejak awal diminta untuk tidak membuat rusuh di kota lain.

“Kami berharap suporter bisa kembali ke Surabaya dengan aman, tanpa mengganggu penumpang kereta api maupun masyarakat lain,” ujar Bambang.

Sebelumnya, Jumat (22/1) petugas gabungan dari Stasiun Madiun, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), dan TNI, menertibkan ribuan penumpang gelap KA kelas Ekonomi Pasundan jurusan Surabaya-Bandung yang tidak lain Bonek di Stasiun Madiun.

“Jumlah mereka mencapai ribuan dan membuat KA Pasundan penuh sesak. Tidak sedikit calon penumpang umum membatalkan naik kereta karena takut. Bonek juga naik ke atas gerbong dan lokomotif yang sangat membahayakan,” kata Humas PT KAI Daerah Operasional (Daop) VII Madiun, Hariyono Wirotomo.

Manajer tim Persebaya, Saleh Ismail Mukadar meminta agar dalam perjalanan pulang Bonek berlaku tertib.

“Alhamdulillah pak wali (Bambang DH) mencarter 10 gerbong KA,” sebut Saleh Ismail Mukadar, kemarin.

Mengantisipasi kepulangan Bonek ini, Kepolisian Wilayah Surakarta bakal memperketat penjagaan di tiap stasiun dan jalur KA di wilayahnya. Warga dihimbau tidak melakukan aksi balasan saat kereta yang membawa pulang Bonek melintas di wilayah mereka.

“Jalur kereta api yang nanti bakal dilewati suporter Persebaya
antara lain melintas di kabupaten Klaten, Sukoharjo, Karanganyar dan Sragen,” ujar Kepala Kepolisian Wilayah Surakarta, Komisaris Besar Polisi Erry Subagyo.

Guna mengantisipasi hal hal yang tidak dinginkan, personil kepolisian termasuk pasukan Brimob akan dikerahkan untuk melakukan penjagaan di tiap stasiun di wilayah Surakarta.

“Setiap stasiun kereta api baik yang besar maupun kecil akan dilakukan penjagaan. Sedangkan jumlah personel yang diterjunkan terlebih dahulu akan melihat situasi dan perkembangan,” terangnya.  ant/okz/fat

Dibaca: 457 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Komentar anda

  1. Gilang.s.w Minggu, 24 Januari 2010 - 12:25:35

    seharusnya warga tida melempari Bonex

  2. gatot Senin, 25 Januari 2010 - 09:47:23

    ini emang kesalahan bonex sendiri ,ketika dia berangkat dia melakukan teror di setiap stasiun yang di lalui nya ,coba lihat tukang jual bakso dan mie ayam , orang yang jual di stasiun di habiskan dagangan nya dan di pecahin kaca nya ,makanya tidak heran kalau bonek pulang di hadang massa dan sekarang udah nggak jaman nya supporter rusuh seperti bonex .

  3. justin sue Senin, 25 Januari 2010 - 09:52:37

    seharusny bonek tidak melempari warga..memang bonek rasis dan mengarah anarkis..

Kirim Komentar