SIDOARJO-SURYA- Sial menimpa penjual nasi goreng (nasgor) M Istifaghrin, 27, asal Desa Gempol Pendowo Glagah, Lamongan. Usai melayani pesanan nasi goreng, ia dihajar Cornelis Kaimu, pemain sepak bola Deltras Sidoarjo. Cornelis tiba-tiba marah saat korban hendak menanyakan sendok miliknya.
Kejadian ini berawal saat ia berjualan nasi goreng di tempat mangkalnya, Jl Tenis Perum Wisma Sarinadi, Sidoarjo, Selasa (29/12). Sekitar pukul 19.00 WIB, saat pembeli sepi, tiba-tiba datang Cornelis, pemain Deltras Sidoarjo. “Dia lalu saya layani,” kata Istifaghrin ditemui Surya di rumah kontrakannya di Kampung Gajah RT 14/RT 5 Magersari, Sidoarjo, Rabu (30/12) malam.
Setelah pesanan nasi goreng selesai, Cornelis lantas makan. Usai makan, Cornelis berniat pergi sambil membawa sendok. Ia lantas menegurnya dan meminta Cornelis mengembalikan sendok tersebut. Tahu ditegur, pemain asal Papua ini malah menantang. “Mau apa kamu,” kata Istifaghrin menirukan hardikan Cornelis.
Entah bagaimana awalnya, ia lantas dipukul dan ditendang. Melihat aksi brutal ini, beberapa tukang becak yang mangkal di dekat lokasi itu, berusaha melerai dengan merangkul Cornelis. Namun upaya ini tidak berhasil. Cornelis terus melayangkan bogem mentahnya. Akibatnya, bibir korban berdarah. “Dia baru lari setelah ada tukang becak yang berteriak mau memanggil polisi,” kata bapak beranak satu ini.
Meski kabur, malam itu Cornelis berhasil diamankan polisi. Sedangkan korban diantar warga melapor ke Mapolsekta Sidoarjo, sekitar pukul 20.00 WIB. Akhirnya ia berdamai dengan pelaku. Ia enggan meneruskan laporan itu karena tidak ingin direpotkan dengan urusan selanjutnya. Ia mengaku ikhlas dengan kejadian itu. “Kalau jualan tidak dibayar pembeli yang mabuk, sudah sering saya alami dan saya biarkan. Saya waktu itu hanya mau minta sendok saya,” katanya lirih.
Kapolsekta Sidoarjo AKP Fauzan S membenarkan kejadian tersebut. Menurut sejumlah saksi, pelaku diketahui mabuk saat memukuli korban. Pelaku diduga berniat tidak membayar sepiring nasi yang telah dimakannya. “Namun malam itu juga kedua pihak mau damai, “ katanya, Rabu (30/12).
Upaya damai itu pun terwujud esok harinya. Setelah korban ditemukan dengan pengurus Deltras Sidoarjo, Cornelis lantas dipulangkan, Rabu (30/12) sekitar pukul 15.00 WIB. “Kami berharap dia tidak mengulangi lagi perbuatannya itu,” tegasnya.
Sementara Manajer Deltras Ayu Sartika Virianthi mengatakan terjadinya insiden yang melibatkan penyerang asal Papua itu hanya karena salah paham.
“Memang ada salah paham (Kaimu) terhadap seseorang, tetapi sudah diselesaikan dengan kekeluargaan. Jadi sekarang sudah tidak ada masalah apa-apa,” tegas Ayu.
Ayu menambahkan, selaku tim manajemen, pihaknya akan memberikan sanksi atau kebijakan terhadap Kaimu sebagai peringatan agar ke depannya striker yang sudah mencetak dua gol untuk Deltras tidak mengulangi tindakan seperti kemarin. “Yang jelas, masalah ini sudah kita selesaikan secara kekeluargaan,” sambung putri penangung jawab Deltras, Vigit Waluyo ini.
ain/had
Editor : jps