Home » Surabaya Metro

Rekonstruksi Pembunuhan Manajer, Rebahan, Dipukul 7 Kali

SIDOARJO-SURYA- Rekonstruksi pembunuhan manajer distributor kacamata CV M-pro Iswanto, 49, Selasa (29/12) kemarin, digelar. Saat rekontruksi terungkap jika korban dipaksa memberikan nomor PIN ATM-nya oleh tersangka Rahmad Sujoko, 29.

Dikawal ketat polisi, tersangka mengikuti rekontruksi di empat lokasi. Antara lain di rumah kontrakan korban, Jl Blimbing II/41 Perum Pondok Candra, Desa Wadung Asri, Waru. Di tempat itu, tersangka melakukan 25 adegan dari 44 adegan rekonstruksi, dalam waktu dua jam lebih. Adegan yang diperagakan, misalnya, tersangka memaksa korban menyebut nomer PIN dua ATM.

Saat dipaksa, korban sudah dalam kondisi kaki dan tangannya dilakban. Namun, mulutnya masih belum dilakban. Dengan selembar kertas kumal, tersangka mencatat dua nomor PIN ATM itu. “Saat meminta nomer PIN, korban ketakutan karena diancam todongan pisau,” kata AKP Agung Pribadi, Kasat Reskrim Polres Sidoarjo, saat memimpin rekonstruksi.

Setelah mendapatkan nomor PIN, Rahmad meminta korban rebahan. Ia lalu memukulkan gagang cangkul ke arah korban hingga tujuh kali. Untuk memastikan korban sudah tewas, ia menungguinya sambil merokok. Tersangka, yang juga mantan anak buah korban ini lantas kabur dengan mengendarai sepeda motornya, Yamaha Vega biru DK 4703 LJ.

Meski hanya berjumlah belasan, warga Jl Blimbing II Perum Pondok Candra ikut menyaksikan jalannya rekontruksi. Warga tertarik melihat karena ingin tahu wajah tersangka. “Arek’e cilik, kok tego yo mateni (Orangnya kecil tapi kok tega membunuh),” ujar seorang ibu warga perum tersebut.

Beberapa warga mengaku tidak mengenal korban. “Saya hanya beberapa kali berpapasan saat berangkat pulang kerja,” ujar Askan, warga yang rumahnya persis di samping kanan rumah korban.
Selain di rumah korban, Rahmad juga dikeler mengikuti rekontruksi di tiga lokasi lainnya, yaitu lokasi mesin ATM di SIER, mesin ATM Giant Margorejo dan mesin ATM di City of Tomorrow (CITO). Di tiga lokasi ini, tersangka mempraktikan cara mengambil uang tunai dari mesin ATM. Total uang yang dikuras Rp 10 juta.

Wakapolres Sidoarjo Kompol Deny Nasution menyatakan rekonstruksi digelar tanpa hambatan. Sebab sebelumnya, polisi sudah menggelar pra rekonstruksi kejadian itu. Dia berharap berkas tersangka sudah bisa diserahkan ke kejaksaan. “Kami perkirakan awal Januari nanti,” tegasnya di sela rekonstruksi.ain

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "