Home » Berita Terkini

Putin Kecam Pertahanan Rudal AS

Moskow-PM Rusia Vladimir Putin mengatakan rencana Amerika untuk mendirikan sistim pertahanan rudal menghambat penyelesaian traktat senjata nuklir baru antara Rusia dan Amerika Serikat.

Sejauh ini Rusia dan Amerika yang berunding di Jenewa masih belum menyepakati traktat baru untuk menggantikan START 1 yang telah habis masa berlakunya 5 Desember lalu.

Para pengamat mengatakan Moskow ingin memasukkan klausul yang akan membatasi skala payung pertahanan Amerika.

Amerika telah membatalkan rencana pembuatan stasiun pertahanannya di Eropa Tengah tetapi ingin membangun sebuah sistem pertahanannya di lautan.

Perundingan di Jenewa untuk menggantikan traktat nuklir START 1 tak menghasilkan kesepakatan.

Minggu lalu kedua belah pihak dikatakan hampir mencapai kesepakatan. Tetapi sekarang Putin mengatakan sistim pertahanan rudal Amerika akan mengganggu keseimbangan antara Amerika dan Rusia.

Ketika ditanya seorang wartawan mengenai hambatan terbesar untuk menyepakati sebuah perjanjian, Putin mengatakan: ”Persoalannya adalah Amerika membangun tameng anti rudal sementara kami tidak.”

”Dengan payung pertahanan itu, mereka akan merasa aman dan bisa melakukan apa saja yang mereka inginkan yang tentu saja mengganggu keseimbangan.”

Ia menambahkan untuk menyeimbangkan keadaan, Rusia harus membangun sebuah sistem persenjataan yang bersifat ofensif. Namun Putin enggan menjelaskan lebih jauh.

Awal bulan ini Presiden Dmitry Medvedev mengatakan Rusia akan terus membangun hulu ledak nuklir baru, roket, maupun alat angkut baru walau ada perundingan pelucutan senjata dengan alasan kegiatan rutin.

Dibawah kesepakatan sebelumnya rudal berhulu ledak nuklir kedua belah pihak harus dikurangi hingga 1700 pucuk selama tujuh tahun setelah kesepakatan baru ditandatangani.

Jumlah itu kalau dipergunakan akan lebih dari cukup untuk menghancurkan bumi hingga berulang kali.

Rusia enggan untuk mengurangi persenjataan nuklirnya karena menurut wartawan BBC di Rusia, Rupert Wingfield-Hayes, persenjataan nuklir adalah satu-satunya bagian kemiliteran Rusia yang terjaga kemutakhirannya.

Pelucutan ataupun pengurangan senjata nuklir dikhawatirkan akan semakin melemahkan militer Rusia.

Namun komentar Putin bisa saja merupakan sebuah taktik untuk berunding, demikian tambah Wingfield-Hayes.

Para pengamat di Moskow mengatakan apa yang sebenarnya diinginkan Putin adalah peneguhan dari Washington untuk membangun sistem pertahanan dalam skala kecil yang akan efektif menangkis serangan Iran dan Korea Utara, tetapi tidak mentralisir nuklir Rusia.bbc

Editor : Satwiko Rumekso

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "