Home » Jatim Raya

Penabrak Keluarga Idrus Diburu, Sempat Ditangkap Warga, Kemudian Lolos

Pasuruan - Surya- Pengendara mobil Avanza hitam yang menabrak Idrus Alkaff dan anaknya, Abdullah serta istrinya Mudzna dalam kecelakaan hebat di Jl Raya Pateguran Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jumat (25/12) malam lalu, hingga saat ini masih terus diburu petugas kepolisian.

“Hingga saat ini tersangka yang menabrak keluarga Idrus Alkaff belum tertangkap dan terus kami buru. Untuk memburu tersangka tersebut, kami koordinasikan dengan Satuan terkait di Polres Pasuruan serta dibantu dari Polres Probolinggo,” terang Iptu Suprijadi, Kanit Laka Lantas Polres Pasuruan, kepada Surya, Senin (28/12).

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi kecelakaan maut di Jl Raya Pateguran Rejoso, Kabupaten Pasuruan yang mengakibatkan satu keluarga, yakni Idrus Alkaff, Muzdna dan anaknya Abdullah, warga Desa Alas Kandang, Kecamatan Besuk, Kabupaten Probolinggo, tewas mengenaskan. Bahkan jasad Muzdna baru ditemukan di Tol Darmo Satelit km 8 Surabaya dan diduga saat tertabrak korban terlempar dan masuk ke bak truck dan terbawa hingga ke Surabaya.

Saat itu Idrus mengendarai motor Yamaha Vega bernopol N 3738 VA ditabrak pengendara mobil Avanza hitam bernopol L 1541 DQ yang ugal-ugalan. Sedangkan pengendara mobil Avanza tersebut akhirnya kabur dan hingga saat ini petugas masih terus memburunya. Bahkan untuk menangkap pengendara mobil Avanza tersebut, polisi membentuk tim gabungan dari Polres Pasuruan dan Probolinggo.

Selain memburu tersangka yang menabrak keluarga Habib Idrus Alkaff, pihak kepolisian juga menelusuri pemilik kendaraan Avanza bernopol L 1541 DQ. Mobil tersebut awalnya milik orang Surabaya dan sudah dijual kepada orang lain yang identitasnya masih disembunyikan pihak kepolisian.

Dari perkembangan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan saksi-saksi, diperoleh keterangan bahwa pengendara mobil Avanza dan yang menumpang di dalamnya berjumlah empat orang.

“Ada tiga saksi dari warga setempat yang menyebutkan pengendaranya sebanyak empat orang. Salah satu dari empat orang tersebut memiliki ciri-ciri jalannya pincang,” terang Zulkifli, Petugas di Pos Polisi Ngopak yang saat terjadinya kecelakaan maut tengah bertugas.

Selain itu juga disampaikan, saat tabrakan terjadi, warga yang tengah berada di warung tidak jauh dari lokasi kejadian langsung bergerak cepat. Bahkan dari empat pengendara mobil Avanza tersebut, sempat ditahan warga tapi akhirnya lolos.

“Kemarin keterangan dari warga masih simpang siur. Baru tadi siang benar-benar meyakinkan. Sebanyak dua dari empat pengendara sebenarnya berhasil ditahan oleh warga. Namun karena warga bingung menolong korban, akhirnya dua tersangka yang ditahan tidak diperhatikan lagi dan malah melarikan diri,” imbuh Zulkifli yang dibenarkan petugas lainnya, Andika.

Empat pengendara mobil Avanza tersebut, akhirnya berhasil melarikan diri dengan mengambil arah berpencar ke tiga penjuru. Sebanyak dua orang lainnya melarikan diri ke arah Timur, dua orang lainnya kabur ke arah Barat dan Utara.

“Dari keterangan warga, dua orang yang kabur kea rah Timur itulah yang terus menghadang warga dengan celuritnya untuk dimintai uang dan digunakan melarikan diri,” ujar Zulkifli yang baru saja datang dari Probolinggo memburu pelaku ini.

Hasil penyelidikan petugas atas keterangan yang diperoleh dari para saksi diketahui keempat pengendara mobil Avanza tersebut, semuanya membawa sajam berupa celurit. Bahkan salah satu dari celurit mereka terjatuh di tempat yang tidak jauh dari lokasi kejadian, saat berupaya melarikan diri. Sedangkan petugas sendiri dari mobil Avanza juga mendapatkan dua handphone, yang satu diduga milik Dony dan satunya lagi milik Kawi yang berciri-ciri kaki kanannya pincang. kur

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "