SURABAYA - SURYA - Usai menikmati libur Natal di Pare Kediri, keluarga Agus Priyono, 38, Minggu (28/12), dikejutkan dengan kondisi rumahnya di Jl Hayam Wuruk Baru II no 60, belakang kantor Denpom V/Brawijaya, berantakan usai disantroni pencuri.
“Saya sampai rumah sekitar pukul 13.00 WIB dan baru sampai depan rumah, sudah melihat dua kaca nako jendela ruang tamu ada di lantai,” kata Agus ketika ditemui di tempat kejadian.
Begitu membuka pintu, Agus makin syok, melihat kondisi dalam rumahnya berantakan, begitu juga dengan yang terjadi di lantai II. Semua laci dan lemari dalam kondisi terbuka dan isinya tumpah ke lantai.
Sadar rumahnya disantroni pencuri, Agus yang tiba bersama istri dan kakak perempuannya itu, segera menghubungi Mapolresta Surabaya Selatan. Selanjutnya bersama petugas polisi yang datang, bertiga mereka melakukan pemeriksaan.
”Hasilnya, uang tunai Rp 600.000 di laci kamar saya hilang. Kemudian perhiasan emas, seperti kalung, gelang, cincin dan anting-anting milik istri dan kakak saya juga hilang. Nilainya sekitar Rp 5 juta,” ungkap Agus.
Selanjutnya, anggota dari Unit Identifikasi Sat Reskrim Polresta Surabaya melakukan olah TKP. Hasil olah TKP sementara, menurut Kasat Reskrim Polresta Surabaya Selatan AKP Arief Witjaksono, pelaku diduga masuk dan keluar melalui jendela nako yang dua kacanya dilepas. ”Sementara hanya itu, yang lainnya masih kami selidiki lebih lanjut,” ujar Arief.
Informasi yang berhasil dikumpulkan, menurut Salahudin, tetangga Agus, Minggu (27/12) malam, dia masih melihat kondisi kaca nako rumah Agus baik-baik saja. ”Saya tidak melihat kalau terbuka. Saya baru tahu saat Mas Agus lapor polisi,” kata Salahudin.
Rumah Agus sendiri kosong sejak tanggal 24 Desember 2009. Rumah itu sebenarnya adalah rumah dinas yang ditempati Suparman, ayah kandung Agus. Namun sejak satu tahun terakhir ini, Suparman, pensiunan PNS di lingkungan Kodam V/ Brawijaya, sudah pindah ke Pare Kediri. Hanya Agus, istri, anak dan kakak perempuannya yang masih tinggal di rumah berukuran 5 x 7 meter berlantai dua itu.
Keterangan dari beberapa warga lain, diduga pelaku adalah tukang becak yang kos di kampung sebelah komplek rumah dinas Kodam V/Brawijaya. Mengingat kasus pencurian di dalam daerah tersebut, tidak hanya sekali terjadi. “Saya juga pernah kemalingan. Tapi saya ikhlaskan saja, tidak lapor polisi,” ujar seorang warga yang mengenakan seragam PNS Kodam V/Brawijaya.rie
Editor : jps