MAGETAN - SURYA- Tragis. Seorang nenek dan cucu perempuannya, Mbah Tuminem, 75, dan Ella Aika Martadinata, 10, tewas terbakar dalam posisi berpelukan di dalam kamar tidur mereka, Senin (28/12) dini hari. Api yang membakar kamar tidur mereka, di RT 01 RW 01 Kelurahan-Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan, itu diduga muncul dari obat nyamuk bakar yang menyentuh sprei kasur.
Peristiwa tragis tersebut diketahui pertama kali oleh salah seorang keluarga korban, Sutrisno, 32, yang juga warga setempat. Dari rumahnya yang terletak di depan rumah Mbah Tumimen dia membaui bau menyengat sekaligus mendengar suara reruntuhan. Ketika keluar rumah, dia melihat rumah neneknya terbakar.
“Saya langsung mendobrak pintu masuk dan meminta bantuan warga sekitar untuk memadamkan api. Tetapi, nenek saya sudah telanjur terbakar. Posisinya dalam satu kasur dan berpelukan. Dalam kamar itu ada dua kasur,” terang Sutrisno kepada Surya, Senin (28/12), di rumah duka.
Sutrisno , cucu tertua Mbah Tumimen, menjelaskan bahwa Ella adalah putri kedua pasangan Ahmad Riyono, 45, dan Sumarni, 41, yang duduk di kelas IV SD. Ella sejak kecil lebih senang tinggal dengan sang nenek, yang rumahnya bersebelahan dengan rumah orangtuanya. Karena itulah setiap hari –pagi sampai malam– Ella berada di rumah Mbah Tuminem.
“Ella memang sejak kecil ikut nenek karena ibunya bekerja di luar negeri. Ayah Ella dan kakaknya tinggal di rumah sebelah rumah nenek,” ungkapnya.
Mengenai kronologi kebakaran, kakak Ella, Eriza, 12, mengatakan hal senada. Siswa kelas VI SD tersebut menjelaskan, dirinya saat itu sedang pulang bergadang bersama teman-temannya, Minggu (23/12) sekitar pukul 23.30 WIB, dan melihat rumah sang nenek terbakar.
“Awalnya saya melihat rumah nenek terbakar. Kejadiannnya sangat cepat, dan tak terdengar suara minta tolong dari dalam rumah. Kami dapat memadamkan api sekitar pukul 00. 30 WIB menggunakan air dari timba dan selang, dibantu warga beramai-ramai,” kata Eriza, yang didampingi ayahnya, Ahmad Riyono.
Menurut petugas identikasi dari Mapolwil Madiun, yang datang ke lokasi kebakaran, Senin (28/12) pagi, kebarakan itu diduga disebabkan oleh obat nyamuk. Petugas identifikasi mengambil sejumlah barang bukti, di antaranya, sisa pembakaran sprei dan bantal, serta sisa baju milik dua korban.
Namun polisi tak mengirim dua jenazah korban ke rumah sakit untuk diautopsi. Pasalnya, pihak keluarga meminta agar jenazah nenek dan cucu itu langsung di makamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.
Kapolsek Takeran, AKP Susanto, ketika dimintai konfirmasi menjelaskan, penyebab kematian kedua korban diduga akibat kebakaran yang terjadi gara-gara obat nyamuk bakar yang diletakkan di samping tempat tidur mereka. “Hasil pemeriksaan medis, kedua korban tewas karena terbakar,” ujarnya. wan
Editor : jps