Home » Nasional & Politik

Genderang Persaingan Tim Pemenangan Pilwali Surabaya

SURABAYA-SURYA- Persaingan merebut simpati masyarakat dari para kandidat calon walikota (cawali) tidak bisa lepas dari peran dan keahlian masing-masing tim sukses. Bahkan peta persaingan semakin panas melalui berbagai promosi program kegiatan dan pemasangan atribut cawali dimana-mana, baik di jalan-jalan kota sampai di tembok-tembok rumah kampong, bahkan di media massa. Menjadikan Surabaya sepertinya tiada hari tanpa kegiatan sosialisasi kandidat calon walikota Surabaya 2010-2015.

Tim sukses cawali yang di-joke-kan oleh sementara orang sebagai tim yang selalu sukses karena meski calonnya nanti kalah tetap mendapat honor sesuai kontrak, hari-hari menjelang pilwali seperti sekarang ini memang sangat bisa dilihat bagaimana kemampuan kreasi dan improvisasi masing-masing dalam mengantarkan calon yang didukungnya mempunyai rating yang tinggi di mata dan telinga masyarakat. Apalagi dengan adanya banyak tim survey yang selalu meng-up date perkembangan popularitas seorang calon, kerja tim sukses kini semakin bisa terukur.

Semakin tinggi rating yang bisa direbut seorang calon berarti semakin bagus kerja tim sekses seorang calon. Meski hasil rating tersebut belum tentu bisa menentukan keberhasilan calon dalam pilwali nanti.

Beberapa tim sukses memang sudah berani terang-terangan memproklamirkan diri, seperti Tim AA Sindikasi yang akan memboyong Arif Affandi tetapi banyak juga yang belum berani secara structural mempublikasikan. Hal ini tidak lain karena belum ada satupun kandidat cawali yang mendapat rekomendasi secara resmi oleh induk partainya masing-masing.

“Semuanya kan tidak ingin ketinggalan kereta, makanya tim sukses meski belum resmi sudah bekerja all out memperjuangan kandidat cawali dari sekarang ini,” kata Dedy Prasetyo, Tim Sukses bayangan cawali Fandi Utomo.
Memang, diakui Dedy, sekarang ini adu strategi dalam memperebutkan dukungan masyarakat kota Surabaya oleh masing-masing tim sukses cawali setiap hari selalu saja terjadi. Saling incar dan saling intip program sosialisasi tidak henti-hentinya dilakukan. Tak tekecuali dengan saling cegat dan saling hadang program sosialisasi juga tak luput dari praktek dilapangan.
Hal itu bisa dilihat dari kegiatan yang diagendakan masing-masing tim sukses di berbagai wilayah kota Surabaya. Umumnya, kegiatan tersebut dikemas sebagai kegiatan social yang melibatkan banyak orang.

“Dan kegiatan seperti ini menjadi salah satu tren sosialisasi penggalangan dukungan masyarakat untuk cawali,” ucap Dedy yang sudah menyebar sekitar 1.000 stiker di MPU, dan 4.000 poster di pos pemenangan FU.

Oleh karena itu, menurut Dedy, peta persaingan sosialisasi oleh masing-masing tim pemenangan meski dilakukan belum secara resmi akan terus meningkat dari hari kehari. Dan itu semua dibarengi dengan perekrutan anggota tim pemenangan hingga ke wilayah-wilayah sempit sekalipun untuk memenangkan kandidat cawali.

“Seperti tim pemenangan Fandi Utomo ini yang telah memiliki minimal 10 orang anggota di tiap Kecamatan. Tim itu memiliki wilayah kerja hingga ke tingkat RT dalam upaya melakukan program sosialisasi dari cawali,” tandas Dedy.

Hal sama juga dilakukan oleh tim pemenangan kandidat cawali Adies Kadir. Menurut humas tim pemenangan, Amin Istighfarin, pihaknya bersama anggota tim terus bergerak menelusuri seluruh wilayah kota Surabaya untuk mensosialisasikan program cawali Adies Kadir. Pasalnya, meski belum resmi sebagai tim pemenangan tetapi langkah sosialisasi harus terus dijalankan. Itu semua tidak terlepas dari Pilwali yang bakal dilakukan secara langsung.

“Makanya, kalau tidak dari sekarang sosialisasi kami lakukan bisa-bisa cawali Adies Kadir bisa kalah sebelum berperang,” kata Amin.

Memang, menurut Amin, pihaknya tidak bisa menyebut jumlah anggota tim pemenangan yang dimilikinya. Namun yang jelas, kader partai Golkar di semua wilayah secara otomatis akan menjadi tim pemenangan kandidat cawali yang diusung oleh Partai Golkar.

“Setidaknya di 31 Kecamatan di kota Surabaya ini kami memiliki relawan tim pemenangan kandidat cawali. Mereka saat ini terus bergerak melakukan sosialisasi,” tandas Amin yang telah menyiapkan sekitar 20.000 banner, 2.000 baliho, dan 25.000 kalender sebagai alat sosialisasi cawali Adies Kadir.

Seolah tidak mau kalah dengan yang lain, relawan tim pemenangan cawali Arif Afandi juga tidak tiggal diam. Menurut Taufik Rahman, langkah sosialisasi yang dijalankan untuk mengantarkan cawali sebagai pemenang sudah banyak dilakukan.

Terlebih lagi saat ini setidaknya telah disiapkan sekitar 600.000 kalender dan ribuan banner yang disebar keseluruh wilayah kota Surabaya. Disamping itu, setiap hari agenda kegiatan selalu disiapkan untuk lebih mendekatkan dan pengenalan kandidat cawali kepada semua lapisan masyarakat.

“Itu semua kami lakukan tanpa henti meski harus tetap beradu strategi dengan tim pemenangan kandidat cawali lain,” kata Taufik.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kota Surabaya hingga saat ini belum menyiapkan sama sekali tim pemenangan Pilwali. Menurut pengurus PKS kota Surabaya, Ahmad Suyanto, belum saatnya dibentuk tim pemenangan. Hal itu seiring dengan belum adanya rekomendasi resmi soal kandidat cawali yang bakal diusung dalam Pilwali kota Surabaya tahun 2010 nanti.

“Kami hanya tidak ingin masyarakat bingung dengan program sosialisasi secara belebihan. Makanya kami lebih memilih efisiensi dengan intensif melakukan sosialisasi ketika sudah ada cawali resmi,” kata Suyanto yang juga wakil ketua DPRD kota Surabaya itu. aru

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "