Home » Bisnis

Bunga DSP Bertahan 2,5 Persen, Respons Bagus, Target Tumbuh 35 Persen

SURABAYA - SURYA- PT Bank Danamon Tbk melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP) belum akan menurunkan bunga pinjaman hingga tahun depan. Bunga pinjaman DSP yang ditawarkan saat ini tertinggi 2,5 persen per bulan untuk jenis kredit tanpa agunan. Sementara, kredit beragunan dengan plafon tertentu maksimal 1 persen per bulan.

Business Manager Region Surabaya PT Bank Danamon Indonesia Tbk Leonardo Harianja mengatakan, penetapan bunga kredit sangat tergantung dengan risikonya.

“Kalau bunga DSP dibilang tinggi, saya rasa pasar akan merespons rendah. Namun nyatanya, pertumbuhan dari bulan ke bulan cukup baik. Masih ada bank-bank lain yang bunganya lebih tinggi, bahkan sampai lima persen per bulan,” kata Leonardo, Senin (28/12).

Penawaran bunga 2,5 persen per bulan belum akan turun, meski kini semakin banyak lembaga keuangan maupun nonkeuangan yang bermain di segmen mikro dengan bunga kompetitif.
“Semakin banyak pemain malah semakin baik, mereka sebenarnya adalah mitra, bukan competitor. Sebab secara tidak langsung mereka ikut mengedukasi masyarakat terkait pemahaman kredit perbankan. Selama ini kan banyak pelaku usaha yang belum bankable,” jelasnya.

Terkait ekspansi kredit, pihaknya mengaku tetap agresif. “Kita tetap ekspansi kredit tapi juga lebih berhati-hati, mengingat angka kredit bermasalah (NPL) DSP hampir menyentuh tiga persen,” imbuhnya. Danamon Region Surabaya meng-cover hampir seluruh wilayah Jatim dan Bali.

Ke depan, DSP masih akan fokus di sektor perdagangan mikro. Sektor ini diyakini kebal terhadap krisis, oleh sebab itu pertumbuhannya diprediksi bagus. Pada 2010, DSP ditargetkan bisa tumbuh sampai 35 persen.

Untuk mempercepat pertumbuhan ini, Bank Danamon akan menambah empat kantor cabang baru di kawasan NTT. Investasinya diperkirakan Rp 1,2 miliar. Setiap cabang digerojok Rp 300 juta.
“Kita buka kantor cabang di NTT. Prospek perdagangan di sana cukup bagus, mulai banyak bank yang melirik sehingga kita berharap bisa menjadi pemain. Sektor yang kita garap juga masih di perdagangan terutama di pasar tradisional,” ungkap Leonardo.

Pasar tradisional tetap menjadi lokasi paling strategis untuk pembukaan kantor cabang baru DSP. “Aktivitas di pasar tradisional akan terus tumbuh, meski sekarang juga bertumbuhan pasar moderen. Kita punya karakter debitur yang khas dan biasanya akan cukup loyal,” jelasnya.

Hingga November 2009, total debitur DSP di kawasan Jatim-Bali mencapai 25.000. Pada 2009 kredit yang disalurkan Bank Danamon melalui DSP kisaran Rp 650 miliar. Di 2010, targetnya bisa tembus Rp 1 triliun.

Sebelumnya, Wakil Direktur Bank Danamon Indonesia Jos Luhukay juga mengatakan, pihaknya akan menjadikan 2010 sebagai awal ekspansi bisnis keuangan mikro secara total di Kawasan Timur Indonesia dengan memperluas jejaring layanan kredit mikro tata niaga tradisional.

Pertumbuhan kredit mikro di 2010 ditargetkan 20-30 persen, sudah termasuk layanan kredit Adira Finance. Usaha mikro niaga tradisional hanya membutuhkan kredit antara Rp 1 juta-Rp 50 juta.
Bank Danamon membukukan pertumbuhan kredit mikro sebesar 15 persen dari Rp 10,28 triliun per September 2008 menjadi Rp 11,85 triliun pada September 2009. Pundi-pundi keuntungan ini tidak lepas dari layanan DSP yang sudah mencapai 1.000 unit di Indonesia. ame

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "