Surabaya - Surya- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III menargetkan Pelabuhan Teluk Lamong bisa mulai dioperasikan tahun 2012. Untuk mengejar target itu, diharapkan awal tahun depan pembangunan pelabuhan yang menelan dana sekitar Rp 1 triliun itu bisa dimulai.
Dirut Pelindo III, Djarwo Surjanto mengatakan, saat ini pihaknya telah membuka tender proyek pembangunan pelabuhan di Lamongan tersebut, dimana tak kurang dari 10 kontraktor dalam negeri dinyatakan lolos dalam prakualifikasi. Ia berharap Februari tahun depan sudah ada nama pemenang tender, sehingga pembangunan bisa segera dimulai.
“Untuk tahap awal yang menjadi prioritas pembangunan diantaranya pembuatan tiang pancang, serta pantai beton dermaga,” kata Djarwo di kantornya, Senin (28/12).
Menurutnya, 10 kontraktor pembangunan tersebut berasal dari perusahaan BUMN maupun swasta. Mereka, diakuinya sudah berpengalaman dan mempunyai metode yang baik. Meski demikian, dia juga mempertimbangkan kontraktor yang menawarkan keuntungan finansial untuk negara. Artinya, nilainya tidak terlalu besar tapi tetap dengan kualitas prima.
Guna menutupi kebutuhan anggaran biaya pembangunan itu, pihaknya kini tengah menjajaki sejumlah debitur yang siap memberikan pinjaman.
Ditambahkannya, Teluk Lamong harus segera dibangun menyusul tingginya aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak, bahkan lima tahun mendatang pelabuhan ini diprediksi akan overload.
Selain menggenjot pembangunan Teluk Lamong, lanjut Djarwo, pihaknya juga terus melakukan pembenahan dan peningkatan layanan di tahun 2010, diantaranya di Dermaga Nilam, dimana akan ditambah 3 unit crane dan sekitar 5 unit Rubber-Tyred Gantry Crane (RTG). Sementara untuk peningkatan SDM di tubuh Pelindo III tahun depan pihaknya menganggarkan sekitar Rp 15 miliar.
“Ini kami lakukan salah satunya untuk menghadapi diberlakukannya perdagangan bebas Asean-China tahun depan,” imbuhnya. dio
Editor : jps