SURABAYA l SURYA Online - Panitia pelaksana pertandingan Persela Lamongan mengimbau suporter Persebaya Surabaya yang akrab disapa “bonek”, tidak datang ke Lamongan saat kedua tim bertemu pada pertandingan Indonesia Super League (ISL), Minggu (3/1).
Ketua Panpel Persela Yulianto yang dihubungi wartawan di Lamongan, Senin (28/12), mengaku khawatir dengan kehadiran bonek, terutama menyangkut sisi keamanan dan kenyamanan bagi penonton tuan rumah.
Selain itu, kapasitas Stadion Surajaya Lamongan yang hanya mampu menampung maksimal 10 ribu penonton, juga menjadi pertimbangan tersendiri bagi panpel. Kapasitas itu hanya cukup memenuhi pendukung Persela.
“Kami memang mengimbau bonek supaya tidak datang ke Lamongan saat pertandingan nanti. Selama ini pertandingan Liga Super di Lamongan belum terusik keributan dan kami sangat menjaga masalah itu,” katanya.
Selama beberapa waktu terakhir, suporter Persela dan Persebaya terlihat tidak kompak, baik ketika bermain di Surabaya maupun Lamongan.
“Sebagai panpel, kami memang tidak bisa melarang dan mengusir setiap penonton yang akan datang ke stadion. Tapi, demi keamanan bersama, kami sangat berharap bonek tidak datang dan sebaliknya ketika nanti Persela main di Surabaya, suporter kami juga tidak ke sana,” ujar Yulianto.
Ia menambahkan, pihaknya segera berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk menghadapi laga tersebut. Rencananya, jumlah personel keamanan yang diturunkan pada laga nanti, jauh lebih banyak dibanding laga sebelumnya.
“Kalau biasanya kami mengerahkan sekitar 500 personel keamanan, kemungkinan nanti ditambah menjadi 800 orang, tergantung situasinya,” tambah Yulianto.
Ia juga berharap siaran langsung laga tersebut, dapat sedikit menekan membludaknya penonton, terutama bonek yang hampir pasti ingin datang ke Lamongan.
“Mudah-mudahan siaran langsung nanti bisa mengurangi suporter Persebaya yang akan datang ke stadion,” katanya menambahkan. Kcm
Editor : Heru Pramono