SURABAYA | SURYA Online - Pendapatan ruas jalan tol Jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) yang dikelola PT Jasa Marga Tbk (Persero) sejak dioperasikan pada pertengahan Juni hingga Desember 2009, rata-rata berkisar Rp 420 juta setiap hari.
Hal itu diungkapkan Kepala Cabang Jasa Marga Surabaya Gempol, Agus Purnomo seusai penandatanganan kerja sama dengan PT Bank Mandiri soal layanan penerimaan setoran hasil pengumpulan tol Suramadu di Surabaya, Rabu (23/12).
Menurut Agus, pendapatan dari pengguna jembatan Suramadu pada hari biasa berkisar Rp 350 juta per hari, sedangkan pada saat liburan akhir pekan atau hari besar bisa mencapai Rp 600 juta per hari.
“Kalau jumlah pendapatan secara keseluruhan sejak dioperasikan hingga sekarang (Juni-Desember), angkanya tidak ingat tapi jika di rata-rata setiap hari sekitar Rp 420 juta,” ungkapnya.
Seluruh pendapatan itu, lanjut Agus, disetorkan ke kas negara setiap pekan dan Jasa Marga selaku operator lapangan mendapatkan “fee management” sebesar Rp 10 miliar untuk masa kontrak selama 1,5 tahun.
Sesuai ketetapan pemerintah, tarif tol Jembatan Suramadu untuk kendaraan roda dua sebesar Rp 3.000 dan roda empat atau lebih sebesar Rp 30.000 sekali jalan.
Agus juga mengatakan, selama tiga bulan pertama pengoperasian Jembatan Suramadu, trafik kendaraan yang melintas baik kendaraan roda dua atau lebih, rata-rata mencapai 40 ribu unit kendaraan per hari dan meningkat hampir dua kali lipat saat libur Lebaran.
“Tapi dalam dua tiga bulan terakhir, trafiknya mengalami penurunan dan rata-rata sehari sekitar 30 ribuan kendaraan,” ujarnya.
Tingginya pengguna jalan pada tiga bulan pertama, karena banyaknya masyarakat dari Jatim dan pendatang luar Jatim yang ingin mengetahui dan merasakan melintasi jembatan sepanjang 5,4 km itu.
“Kalau sekarang ini, mereka yang melintas benar-benar pengguna dan hanya sebagian kecil pelancong. Bahkan libur Idul Adha beberapa waktu lalu, trafiknya tidak sepadat saat libur Idul Fitri,” ucap Agus.
Pihaknya, tambah Agus, tetap melakukan langkah antisipasi menghadapi liburan akhir tahun, terutama meningkatnya trafik saat menjelang malam pergantian tahun pada 31 Desember mendatang.
ant
Dibaca: 342 kali
medina
wah, banyak juga ya… tapi apa kalau malam masih gelap? soalnya waktu malam hari saya lewat, gelap, gak ada lampunya, cuma lampu kendaraan aja yang ada. dari keuntungan segitu, masak gak bisa bayar PLN tiap bulan?