LOWOKWARU - SURYA- Sistem keamanan area parkir kampus-kampus di wilayah Malang sepertinya harus ditingkatkan. Karena keharusan pengendara menunjukkan karcis parkir dan STNK asli saat keluar dari area kampus tidak menjadi jaminan seratus persen motor-motor tersebut tidak dicuri maling.
Seperti yang dilakukan dua kakak beradik asal Jember, Dirgahayu Eko Deri dan Rohmad Dwi R. Kedua kakak beradik yang kos di Jl Galunggung ini mengondol motor Yamaha Mio AE-2062-JZ dari parkiran Fakultas Pertanian Universitas Brawijawa. Keduanya memanfaatkan kelemahan sistem pemeriksaan di pintu keluar kampus yang hanya membutuhkan STNK asli sebagai petunjuk pencocokan plat nomor pada motor.
Pencurian ini dilakukan pada 11 Desember kemarin. Sebelum melakukan pencurian, Dirga, mahasiswa Jurusan Agribisnis Fakultas Pertanian UB ini lebih dulu menentukan target. Setelah observasi selama dua hari, Dirga memutuskan untuk mencuri Yamaha Mio milik Bintoro DS, mahasiswa asal Ngawi yang merupakan teman satu kelas.
Pada hari `H`, Dirga datang ke kampus bersama Dwi dengan mengendarai sebuah Yamaha Mio pinjaman yang kemudian di parkir di area Fakultas Pertanian. Keduanya sebelumnya telah mengandakan plat nomor Yamaha Mio ke tukang pembuat plat nomor.
Selanjutnya, dengan sebuah kunci letter T, Dwi membobol kunci stang sekaligus menempelkan plat nomor yang dibawanya untuk menutup plat nomor yang asli. Plat nomor ditempel menggunakan lem.
“Dwi ini kemudian membawa keluar motor dari kampus, dan tidak dicurigai karena mereka membawa STNK yang sesuai dengan motor yang dipakai,” terang Kasat Reskrim Polresta Malang, AKP Rofiq Ripto Himawan, Selasa (22/12).
Sukses membawa motor ke luar, Dwi yang tercatat kulih di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang bertemu dengan kakaknya yang menunggu di luar untuk menyerahkan STNK motor Mio untuk mengambil motor yang sebelumnya dibawa masuk kampus.
Jika Dwi bertugas mengambil motor, maka tugas Dirga adalah memastikan Bintoro untuk tidak datang ke areal parkir dengan cara mengajaknya makan di kantin hingga proses pencurian selesai.
Hal inilah yang membuat Bintoro geram bukan kepalang. Terlebih saat ia berkeluh kesah motornya hilang, Dirga dengan gaya sok bijak menasehatinya untuk ikhlas. “Dirga selalu omong, semuanya akan beres karena motor Mio tersebut masih dalam proses kredit alias diasuransikan,” kata Bintoro dalam laporannya.
Beruntung bagi Bintoro, motor tersebut belum hilang, karena dipakai sendiri oleh Dwi untuk kuliah. Dwi dipergoki aparat Polresta Malang menggunakan motor itu di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Dari pengakuan Dirga dan Dwi, ide menempel plat nomor dengan motor lain yang ada STNKnya untuk mencuri datang begitu saja karena melihat begitu mudahnya motor keluar masuk kampus hanya bermodal STNK. Sebelumnya keduanya juga pernah melakukan pencurian motor di Lamongan sekitar tiga bulan lalu. why
Dibaca: 888 kali
dian triwulaningrum
alkhamdulillahhh, mtr dik bintoro dah ktmU, sy jg sempat geRam ma pncurinyaa,ka2k dik bintoro(dian budianto) st puskesmas ma sy, b’keluhkesah mtr adikny hlg….Mohon pihak kampUs tuk lbh ketat dlm urusan parkiR kendaraAn agar mhsiswa tenang bljr di kmps g was2..
medina
benar2 nekat… mencoreng nama baik kampus ne…