Dua Kelompok Massa Demo Wali Kota Kediri

KEDIRI | SURYA Online - Gelombang unjuk rasa di kantor Wali Kota Kediri Samsul Ashar, terus berdatangan. Dalam sehari, Rabu (23/12), ada dua kelompok massa berbeda yang menggelar aksi di Jalan Kartini depan Balai Kota Kediri, Jawa Timur (Jatim).

Kelompok pertama adalah para peserta tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2009 yang dinyatakan lulus dan diterima mengisi formasi kepegawaian. Dari 440 CPNS yang mengisi formasi kepegawaian, ada puluhan diantaranya yang datang untuk menanyakan kejelasan nasib mereka karena Wali Kota meragukan hasil seleksi CPNS yang diumumkan pada tanggal 12 Desember 2009 lalu.

Ibrahim salah satu peserta mengatakan, ia dan teman-temannya merasa resah karena khawatir akan dianulir dari formasi yang sudah diisi. Kekhawatiran mereka semakin memuncak, ketika pemerintah tidak juga mengurus berkas mereka padahal waktu sudah mendekati akhir tahun 2009.

Kelompok pengunjuk rasa kedua adalah puluhan orang yang mengatasnamakan Ikatan Pemuda Kediri. Mereka mendatangi kantor Wali Kota setelah berunjuk rasa di Kepolisian Resor Kota Kediri.

Peserta aksi menuntut pengusutan secara tuntas masalah rekrutmen CPNS tahun 2009. Mereka mendesak polisi segera mengungkap aktor dibalik kekisruhan masalah rekrutmen CPNS dan menjebloskannya ke dalam penjara bersama para mafia yang selama ini bebas berkeliaran.

Rombongan pengunjuk rasa juga meminta Wali Kota Kediri bersikap tegas dalam menyikapi masalah rekrutmen CPNS. Mereka meminta bertemu langsung dengan Wali Kota untuk menyampaikan aspirasinya.

Sementara itu Kepala Bagian Humas Nur Muhyar dan Kepala Bagian Hukum Dwi Cipta yang mewakili Wali Kota menemui wartawan mengatakan masalah rekrutmen CPNS masih dalam penyelesaian baik oleh pihak kepolisian maupun oleh pemerintah Kota Kediri.

Wali Kota telah melaporkan adanya indikasi permasalahan dalam rekrutmen CPNS kepada polisi. Saat ini polisi tengah menyelidiki dan mengumpulkan sejumlah barang bukti termasuk hasil tes yang resmi dikeluarkan oleh Lembaga Afiliasi Penelitian dan Industri Institut Teknologi Bandung sebagai penyelenggara tes.

Sedangkan hasil tes sebelumnya yang telah diumumkan, patut diragukan karena tidak disertai dengan tanda tangan dari Direktur LAPI serta hanya dibawa oleh seorang kurir, tanpa pengawalan dari pihak yang berwenang.

Dwi Cipta mengatakan Wali Kota akan mengambil keputusan untuk mengakhiri polemik CPNS setelah mendapatkan hasil dari Polresta sebagai bahan pertimbangan. Polresta sendiri telah berjanji akan memberikan hasil penyidikannya secepatnya.

Polresta Kediri, menurut Dwi, paham bahwa pemberkasan CPNS harus dilakukan sebelum akhir tahun. Oleh karena itu penyidik berjanji memberikan hasilnya sebelum waktu jatuh tempo pemberkasan berakhir.

nik/kcm

Dibaca: 218 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar