Hai,
Walaupun banyak orang Amerika Serikat suka salju, saya belum bertemu satupun orang yang suka es. Jika ada es di trotoar, harus berhati-hati. Jika ada di jalan, sangat berbahaya!.
Mungkin teman-teman dari Surabaya belum tahu, tetapi es bisa sangat berbahaya juga di pesawat. Kalau ada es di atas sayap, pesawat akan jatuh. Ada beberapa cerita yang menyeramkan mengenai kecelakaan pesawat akibat es.
Saya masih ingat ketika saya kuliah pada tahun 1982, pesawat Air Florida 90 jatuh dan bertabrakan dengan Jembatan 14th Street di Kota Washington DC. Kecelakaan itu terjadi karena es dan salju. Hampir semua penumpang, dan beberapa pengemudi mobil yang berada di jembatan, tewas. Orang tua saya punya seorang teman yang naik di pesawat itu di Florida, dan meninggal dunia.
Sesudah musibah Air Florida 90, semua pesawat yang berangkat dari bandara dalam badai salju atau cuacanya yang dingin dan basah harus mengalami “de-icing.” Ada zat kimia yang disemprotkan atas sayap supaya es dicairkan.
Selama minggu ini, saya mengalami es di pesawat, di jalan, dan di trotoar. Syukurlah tidak ada masalah sama sekali.
Kemarin saya harus membawa Conroad, burung beo saya, ke rumah Jerry dan David di Philadelphia. Saya akan ke Kuala Lumpur dan Jakarta untuk liburan Natal dan Tahun Baru, dan Jerry setuju untuk memeliharanya.
Jerry menjadi pemilik pertama Conrad, jadi ada semacam “utang budi” antara kami. Jerry menyayangi Conrad, tetapi kadang-kadang David merasa agak cemburu ketika Conrad tiba, karena dia adalah tanda persahabatan lama antara Jerry dan saya. Sepertinya Conrad menjadi semacam anak tiri!.
Saya selalu cemas jika saya harus membawa Conrad dalam cuaca yang buruk. Dia seekor burung tropis, dan tentu dia tidak bisa survive kalau terlalu dingin.
Percaya atau tidak, saya sering bermimpi mengenai Conrad dan musibah-musibah. Yang paling sering adalah mimpi yang melibatkan kapal, laut, Conrad, dan saya. Pasti Conrad tidak bisa berenang. Tidak apa-apa, Conrad belum pernah naik kapal.
Syukurlah, Sabtu cuacanya lumayan ketika saya berangkat dari Washington DC, dan kami tiba di Philadelphia dengan aman. Conrad sangat mengenal rumah Jerry dan David, dan dia suka tempat itu. Di Philadelphia, Conrad tinggal di kandang burung besar yang Jerry beli beberapa tahun yang lalu.
Tetapi hari Minggu, waktu saya harus pulang, ada hujan, hujan yang membeku, dan es. Namanya campuran itu? “Wintry mix.” Biasanya perjalanan itu membutuhkan waktu 2,5 jam. Kali ini hampir empat jam. Ada kabut juga, jadi sangat melelahkan karena harus melihat jalan dengan waspada. Saya teringat naik taksi Indonesia di jalan tol selama hujan deras –tidak ada yang bisa dilihat.
Berbeda dari salju, yang bisa indah dan dinikmati, es tidak selalu bisa dilihat. Trotoar atau jalan basah, dengan lapisan es tipis. Licin sekali untuk pejalan kaki atau untuk mobil.
Saya beruntung, karena kemarin saya bisa mengambil sebuah jalan besar, Interstate 95, yang sama dengan jalan tol di Indonesia. Biasanya kalau es diramalkan tebal, ada truk dan awak jalan yang menghamburkan garam kasar di atas jalan. Seperti semua ibu rumah tangga tahu, garam mencairkan es. Jadi, jalannya tidak terlalu berbahaya, walaupun saya harus tetap menyetir mobil dengan pelan-pelan.
Kota Washington DC terletak 225 km di arah selatan Philadelphia. Semakin selatan semakin panas, dan ketika saya tiba di Washington, hujan beku sudah menjadi hujan biasa. Saya sangat lega saat tiba di rumah. Dan saya juga sangat berterimakasih bahwa Conrad sudah berada di Philadelphia dengan aman.
Saat ini, saya berada di bandara Chicago. Karena cuaca yang buruk, banyak pesawat ditunda atau dibatalkan. Saya beruntung karena pesawat saya hanya dua jam terlambat. Saya tidak suka harus menunggu, tetapi kalau pesawat terlambat karena de-icing, tidak apa-apa bagi saya. Ada ekspresi di Amerika, “better safe than sorry.” Lebih baik aman daripada menyesal.
Salam hangat dan sampai minggu depan.
Dibaca: 467 kali