Tes CPNS Diduga Curang, Pejabat Pemkot Kediri Kompak Tutup Mulut

KEDIRI | SURYA Online - Para pejabat di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur (Jatim), kompak melakukan aksi “tutup mulut” terkait dengan dugaan manipulasi berkas calon pegawai negeri sipil (CPNS) Kediri 2009.

“Silakan konfirmasi langsung dengan wali kota,” kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Kediri, Semeru Singgih di Kediri, Selasa (15/12).

Ia tak mau berkomentar terkait dengan kasus dugaan manipulasi CPNS Kediri 2009 tersebut. Bahkan, saat disinggung pemeriksaan yang dilakukan oleh tim khusus Kepolisian Resor Kediri, Singgih juga bungkam.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Kediri, Nur Mukhyar. Bahkan, beberapa pejabat lainnya, seperti Budi Astowo yang merupakan panitia penerimaan CPNS 2009 juga menolak berkomentar.

Kepala Polresta Kediri, AKBP Rastra Gunawan juga menolak untuk berkomentar masalah itu. Namun, Wakapolresta Kediri, Kompol Kuwadi mengatakan, jika indikasi itu memang dilakukan, bisa jadi penyimpangan itu dilakukan dengan penyalahgunaan wewenang maupun pemalsuan dokumen.

Informasi dari dalam mengatakan, saat ini, Polresta sudah menyita berkas pengumuman tes CPNS 2009 yang berada di rumah dinas Wali Kota Kediri. Selain itu, polisi kabarnya juga sudah mengamankan sebuah komputer dari BKD, untuk dijadikan sebagai barang bukti.

CPNS di Kediri kembali menuai protes, setelah sebelumnya hal serupa juga dilakukan oleh para pendaftar yang ditolak lantaran dinilai ijazahnya tidak lolos seleksi, karena berasal dari sekolah Islam. Setelah terdapat desakan dari beberapa pihak, akhirnya pemkot membuat kebijakan untuk mengadakan tes kedua CPNS pada 6 Desember 2009.

Jumlah pendaftar yang masuk mencapai 17.000 orang, 4.800 orang di antaranya tidak lolos seleksi. Karena kebijakan pemkot, untuk melakukan seleksi CPNS gelombang kedua, akhirnya, dari jumlah 4.800 yang tidak lolos seleksi pada gelombang pertama itu kembali diseleksi ulang, 2.767 peserta lolos seleksi kedua.

Tahun 2009 ini, pemkot membuka hingga lowongan untuk 443 kursi, di antaranya untuk bidang pendidikan sejumlah 156 kursi, bidang kesehatan hingga 148 kursi, dan untuk tenaga teknis sejumlah 139 kursi.

Protes tes CPNS di Kediri yang kesekian kali ini dilakukan lantaran adanya indikasi kecurangan. Bahkan, hingga saat ini, pemkot masih belum mengumumkan pegawai yang lolos menjadi PNS, akibat masalah tersebut.

ant

Dibaca: 340 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Komentar anda

  1. Agus M Rabu, 23 Desember 2009 - 16:51:51

    Apa yg terjadi di Kediri tidak beda dg yg ada di Mojokerto, tapi di mojokerto kok adem ayem ya…

Kirim Komentar