Surabaya - Surya- Harga emas dunia hingga mendekati 1.100 dolar AS per troy ounce saat ini mulai berpengaruh terhadap harga emas di Surabaya dan sekitarnya. Namun, kenaikan harga emas lokal hanya kisaran Rp 5.000 per gram.
Seperti di toko emas Gold and Jewellery di Royal Plaza, harga emas lokal mulai naik mengikuti harga emas dunia. Menurut pemilik Gold and Jewellery, Anny Indarti, kenaikan harga perhiasan emas di tokonya memang mengikuti harga emas dunia.
“Kenaikan harga perhiasan emas di Surabaya dan sekitarnya tidak akan naik drastis, karena pergerakan rupiah yang stabil (posisi Rp 9.500 per dolar AS). Makanya, range kenaikan juga tak besar paling sekitar Rp 5000-an per gram,” ujar Anny, Sabtu (7/11).
Hingga Jumat (6/11), harga emas dunia telah berada di posisi 1.096 dolar AS per troy ounce. Padahal, pada Kamis (5/11), masih di kisaran 1.086-1.088 dolar AS per troy ounce. “Dengan kenaikan ini, maka harga perhiasan emas juga ikut naik. Ini wajar karena harga emas 24 karat juga naik menjadi Rp 340.000 per gram,” tuturnya.
Dengan berpatokan pada harga emas 24 karat, perhiasan emas baik yang 70 persen maupun 90 persen juga ikut naik. Untuk perhiasan emas 70 persen, jika sebelumnya Rp 225.000-Rp 230.000 per gram, range bergeser menjadi Rp 230.00 sampai Rp 260.000 per gram.
Kemudian perhiasan emas 90 persen, dari range Rp 280.000-Rp 285.000 per gram, saat ini menjadi Rp 295.000 sampai Rp 300.000 per gram. “Kenaikan harga perhiasan ini mulai Sabtu (7/11). Di tempat kami memang ada range harga, agar perubahan harga tak terlalu drastis,” tukasnya.
Perubahan harga yang tak terlalu mencolok ini, menurut Anny, terlihat dari konsumen yang datang ke toko. “Mereka yang datang masih stabil rata-rata 10 orang per hari,” ujarnya.
Pemilik Toko emas Logam Mulia Robiatul Adawiyah menjelaskan, saat ini harga emas memang menanjak. Ini tak lepas dari kenaikan harga minyak dunia yang selalu fluktuatif. “Harga minyak dunia selalu berpengaruh terhadap harga emas dunia. Apalagi, saat ini harga emas menuju 1.100 dolar AS per troy ounce,” tandasnya.
Kisaran harga perhiasan, lanjut Robiatul, antara Rp 299.00-Rp 300.000 per gram (90 persen. Demikian pula untuk emas 70 persen, saat ini mencapai Rp 253.000 per gram dari Rp 230.000 per gram. “Kenaikan harga ini membuat konsumen banyak yang menjual perhiasan emasnya, 20-25 orang per hari. Sementara yang beli hanya 5-7 orang saja,” paparnya.
Sekretaris Asosiasi Pedagang Perhiasan Emas dan Permata Indonesia (Apepi) Jatim Ali Wahyudi menambahkan, adanya kenaikan harga emas dunia ini pasti berpengaruh terhadap harga perhiasan emas lokal. “Pasti akan naik. Tapi, kenaikannya tak drastis, karena rupiah juga menguat terhadap dolar AS,” pungkasnya. sda
Dibaca: 387 kali