Teroris Indonesia Bermotif Politik

JAKARTA | SURYA - Marsekal Muda TNI (Purn) Prayitno Ramelan mengatakan, berbagai aksi teror bom yang dilakukan oleh para teroris di Indonesia memiliki motif politik. Menurutnya, teroris tersebut mempunyai keinginan untuk menekan dan menyerang Amerika Serikat dan menjadikan Indonesia sebagai sasaran aksinya.

“Noordin M Top itu sebenarnya ingin menyerang Amerika dan itu caranya. Menyerang Indonesia dan negara-negara lain. Itu motif secara politik,” jelas Prayitno, seusai peluncuran buku karyanya berjudul Intelijen Bertawaf: Teroris Malaysia Dalam Kupasan di Essence Residence, Jakarta, Sabtu (5/12).

Menurutnya, Indonesia menjadi sasaran aksi para teroris karena memiliki hukum dan undang-undang yang lemah serta kurang tegas. Hal ini membuat para teroris mudah untuk melancarkan aksinya.

Kendati Noordin M Top telah tewas, tetapi Prayitno memperkirakan, para teroris dari Malaysia masih akan menyambangi Indonesia kembali.

“Coba kalau dia (teroris) melakukan aksinya di Malaysia. Belum apa-apa, tetapi sudah ketahuan. Ini belum tentu selesai. Noordin mati, tetapi para teroris lainnya kemungkinan besar akan datang lagi kesini,” tuturnya.

Selain atas motif politik, Prayitno menjelaskan, teroris bisa dilakukan karena motif kriminal. Menurutnya, teroris dengan motif ini dilakukan untuk kepentingan pemerasan atau kejahatan. Misalnya, teror untuk menekan suatu perusahaan demi kepentingan ekonomis.

Acara peluncuran buku itu selain dihadiri blogger Kompasiana, acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh seperti mantan Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal TNI (Purn) AM Hendropriyono, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ferari, Bob Tutupoli, dan Koes Hendratmo.

Chappy mengapresiasi buku baru karya Prayitno yang juga dijuluki sebagai Bapak Publik Kompasiana ini. Menurutnya, buku ini menyajikan suatu ulasan yang mengungkapkan hal baru tentang dunia intelijen dan terorisme. kcm

Dibaca: 232 kali

  • Editor : Sugeng Wibowo

Kirim Komentar