Malang-Surya- Sebagian warga menggolongkan sate kuda atau sate jaran dalam menu ekstrem, karena memang tidak banyak yang menyediakan makanan berdaging hewan meringkik ini. Di Malang Raya sate jaran hanya ditemukan di dua tempat, yakni sate jaran Avo yang ada di Jl Borobudur Kota Malang dan sate kuda di Lawang.
Namun karena ekstrem dan masih belum menjamurnya sate jaran inilah yang membuat peluang usaha untuk jenis panganan satu ini masih terbuka lebar terutama bagi mereka yang menginginkan jenis usaha yang benar-benar beda.
Unsur pembeda inilah yang menjadi andalan Bravo Timfano Yudha, pemilik warung sate jaran Avo. Selain produknya tidak punya pesaing, konon, sate kuda dipercaya sebagai obat beragam penyakit seperti gatal, asma, kencing manis hingga pendongkrak vitalitas seksual pria.
“Entah karena kuda selalu identik dengan kekuatan yang besar atau memang karena salah satu fungsinya juga untuk vitalitas, sebagian besar konsumen yang datang ke sini rata-rata kaum pria,” beber Bravo.
Tetapi bukan berarti tak ada kaum hawa datang. Pernah ada yang datang hanya untuk berterima kasih karena setelah beberapa kali mengonsumsi sate jaran Avo, alergi kulit mereka hilang. “Apalagi di saat musim hujan begini, biasanya banyak yang datang demi mendapatkan khasiat hangat dari daging kuda ini. Padahal saat mengolahnya kami tak memberikan tambahan lada kedalamnya. Hanya saja jika pelanggan ingin lebih hangat kami juga sediakan lada khusus,” sela Rahmi, istri Bravo.
Hampir dua tahun Avo buka, tetapi belum juga ada pesaingnya. Tak mengherankan kalau warung ini menjadi jujukan penggemar sate jaran. “Mungkin karena bahan bakunya, berupa daging kuda yang sulit didapatkan membuat penjual sate kuda masih sedikit. Beberapa waktu lalu kami mengambilnya di rumah jagal di Kedung Kandang tetapi kudanya kebanyakan sudah tua sehingga dagingnya lebih alot,” akunya.
Karena itu, Bravo harus mendatangkan daging kuda dari Jogjakarta yang dijamin masih muda asal Sumbawa. “Memang sedikit lebih mahal bisa mencapai Rp 65.000 hingga Rp 70.000 per kilonya. Tetapi bagi kami menyuguhkan citarasa yang terbaik, karena pelanggan adalah segalanya,” ungkapnya.
Cara membuat sate kuda yang empuk pun sebenarnya tak sesulit yang dibayangkan oleh pembaca. Cukup dengan membumbui daging kuda dan memilinnya hingga daging jadi lebih empuk. Baru kemudian dibakar dengan kucuran kecap. “Satu kilo daging kuda biasanya bisa menghasilkan 60-70 tusuk sate. Sedangkan sisa daging yang keras dan tulangnya masih bisa dibuat tongseng. Jadi di sini kami juga menyediakan tongseng bagi mereka yang tak suka sate,” tandasnya.st11
Prakiraan biaya
1 Kg Daging kuda muda Rp 65.000
1 Kg daging mampu menghasilkan 60-70 tusuk sate kuda
1 tusuk sate dijual seharga Rp 1.500
prakiraan keuntungan kotor untuk 1 Kg daging kuda Rp 30.000
Ingin Berikan Khasiat Lebih
Membuka usaha sate kuda bagi pasangan suami-istri Bravo Timfano Yudha dan Rahmi bukan sekadar mencari uang. Lebih dari itu, mereka juga ingin memberikan nilai lebih yakni menyediakan menu yang berkhasiat mengobati berbagai penyakit.
“Awalnya, ketertarikan kami memang karena khasiat daging kuda yang begitu banyak. Dan masih belum banyak yang menjualnya di Jatim,” beber Bravo.
\
Karena khasiat itu pulalah, Bravo memulai usahanya di Surabaya. Usaha di Surabaya cukup sukses akhirnya, Bravo mengembangkan sayapnya ke Malang. “Tetapi sekarang yang di Surabaya sudah tutup, karena sulit membagi konsentrasi. Apalagi semua keluarga sekarang sudah tinggal di sini,” akunya.
Meskipun, sudah tutup, namun Bravo masih memiliki angan-angan untuk membuka cabang di tempat lain atau bahkan di Surabaya lagi. Tetapi untuk sementara waktu dirinya masih fokus mengembangkan sate kuda di Malang dulu. “Apalagi di Malang tampaknya masih belum banyak orang yang tahu dan menganggap daging kuda itu salah satu menu yang ekstrem,” sela Rahmi.
Meskipun sudah dua tahun membuka usaha sate jaran di Malang, namun keduanya masih terus berusaha mempromisikan keberadaan sate jaran. Salah satunya dengan memasang tarif terjangkau. Yakni Rp 7.500 untuk satu porsi kecil dan Rp 15.000 untuk porsi besar yang berisi 10 tusuk sate jaran. Sedangkan menu tongseng kuda ditawarkan hanya dengan harga Rp 10.000 saja. “Dengan harga yang lebih terjangkau setidaknya bisa membuat masyarakat Malang terutama mereka yang pecinta kuliner baru bisa lebih tertarik lagi datang ke warung kami dan memcicipi kelezatan dan keempukan daging kuda ini,” tandasnya.st11
Editor : jps