SIDOARJO-SURYA- Berbekal Rp 10.000. Siswa SMK Antartika, Buduran, Sidoarjo Ayu Agus Purwati, 16, tewas terseret arus deras air terjun Kakek Bodo di Desa Tretes, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Sabtu (28/11).
Sebelum kejadian, Ayu berpamitan kepada orangtuanya pergi ke sekolah. Karena itulah, orangtuanya memberi uang saku Rp 10.000. Namun, Ayu malah berangkat menuju obyek wisata alam air terjun itu. “Ayu memang tidak bilang kalau mau ke Kakek Bodo,” kata Yaman, 45, ayahanda Ayu ditemui Surya di rumah duka, Dusun Sidopurno RT 21 RW 5 Desa Sidokepung, Buduran, Sidoarjo, Minggu (29/11).
Menurut Yaman, anak pertamanya itu berangkat dari rumah Sabtu (28/11) pukul 09.00 WIB. Saat itu dia dijemput sejumlah temannya yang kerap bermain ke rumah.
Pria yang punya usaha penggalian sumur bor itu tahu anaknya tertimpa musibah saat berniat menghubungi ponselnya, Sabtu (28/11) pukul 18.00 WIB. Saat itu dirinya tidak melihat Ayu di rumah. Karena biasanya jam-jam segitu Ayu sudah di rumah, Yaman lantas mencarinya. “Begitu saya telepon, ponsel diangkat polisi yang mengabarkan anak saya kena musibah. Saya lalu berangkat ke Prigen,” katanya lirih.
Ia tidak menyangka putrinya pergi secepat itu. Sebab dirinya tidak punya firasat apapun sebelumnya. Sehari-hari, kata Yaman, putrinya tidak pernah neko-neko. Usai pulang sekolah, tetap berada di rumah dan jarang bermain ke luar rumah. “Justru dia kerap didatangi teman-temannya di rumah. Dia dikenal supel,” katanya sambil menahan tangis.
Saat kejadian, Ayu bersama tujuh teman-temannya. Total jumlah rombongan siswa ini delapan orang. Empat cewek termasuk Ayu, dan empat cowok yang semuanya siswa kelas dua STM Antartika. Ayu ditemukan tewas pada pukul 22.30 WIB setelah terseret arus deras banjir bandang yang meluap dari atas air terjun Kakek Bodo, sekitar pukul 12.30 WIB. “Saat itu Ayu memang mandi di bawah air terjun, “ kata Dwi Joko Saputro, teman Ayu yang selamat ditemui di rumahnya, Desa Kemiri RT 10 RW 3 Buduran Sidoarjo, Minggu (29/11). Menurut Deny, panggilan Dwi Joko Saputro, enam dari delapan rombongan ini tengah berendam di bawah air terjun Kakek Bodo.
Dua lainnya, Putri dan Bahrul Ulum tengah menikmati keindahan salah satu gua di lokasi tersebut. Tanpa diduga, air bah bercampur lumpur menerjang dari atas air terjun. Keenam remaja itupun berpencar tersapu arus deras air bah. “Ayu sempat saya gandoli, namun tetap terseret arus, “ kata Deny didampingi bapaknya, Sunaryo.
Meski selamat, Deny sempat mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuhnya. Maklum begitu air deras menerjang, Deny sontak naik ke atas daratan dengan menerjang benda apapun di depannya. Tangan dan kakinya hingga kini masih terasa ngilu karena terbentur bebatuan.
“Sebenarnya sudah saya ingatkan mereka untuk segera menyingkir dari bawah air terjun. Karena hujan mulai turun dan khawatir air datang tiba-tiba. Namun mereka tetap asyik bermain air,” ujar Mosman, penjaga keamanan Air Terjun Kakek Bodo.
Sementara jelang kejadian, Deny merasa ada yang tak beres pada diri Ayu. Saat baru tiba di lokasi, Ayu yang paling ngotot untuk berendam di air terjun. Ayu juga tampak merenung beberapa kali, meski teman-temannya yang lain bermain air.
Jasad Ayu tiba di rumah duka pukul 03.00 WIB setelah dirawat di RSUD Bangil, Pasuruan. Ayu kini telah dikebumikan di pemakaman umum desa setempat. st3/st13
Editor : jps