Home » Surabaya Metro

Proyek Pedestrian Picu Banjir, Di Sidoarjo, 5 Kecamatan Rawan

SURABAYA - SURYA- Hujan deras yang melanda Kota Pahlawan sepekan terakhir mengakibatkan banjir di beberapa ruas jalan. Tak terkecuali jalan-jalan protokol yang sebelumnya telah diperbaiki salurannya, juga tergenang air.

Wali Kota Surabaya Bambang DH mengaku kaget mengetahui beberapa jalan utama, misalnya Jalan Basuki Rahmat tak luput dari banjir. “Seperti kemarin (pekan lalu) saya juga kaget Jalan Basuki Rahmat kok masih banjir,” kata Bambang, Minggu (29/11).

Namun setelah mencermatinya, ia menemukan bahwa penyebab banjir adalah tersumbatnya saluran air di beberapa titik jalan oleh sampah. Setelah sampah yang menyumbat dibersihkan, genangan air langsung surut.

Sedangkan genangan air di beberapa titik lain lebih disebabkan adanya pengerjaan proyek di sekitarnya. “Misalnya, genangan air yang terjadi di sekitar Hotel Sahid itu karena masih ada pengerjaan pedestrian sehingga aliran air terganggu,” jelas Bambang.
Menurutnya, yang harus menjadi perhatian pascapenanggulangan banjir adalah lokasi pembangunan box culvert. Misalnya di Jalan Banyu Urip dan Semolowaru.

Di dua lokasi tersebut banjir tak lagi terjadi setelah diguyur hujan beberapa hari lalu. Begitu pula di Jalan Semolowaru, meski proyek box culvert belum tuntas, banjir juga mampu diatasi. “Di Semolowaru walapun box culvert belum selesai tetapi air mampu dibelokkan sehingga tidak banjir,” jelasnya.

Seperti diketahui, hujan yang mengguyur Surabaya pekan lalu membuat lalulintas di beberapa jalan protokol lumpuh akibat banjir. Menurut pantauan Surya, genangan air sempat terjadi di Jalan Basuki Rahmat, Panglima Sudirman hingga sebagian Jalan Urip Sumoharjo. Di bagian lain pascahujan, air juga masih menggenangi kawasan Jalan Darmawangsa hingga Jalan Biliton.

Sementara itu lima kecamatan di Sidoarjo yang berada di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) dinyatakan rawan banjir. Lima kecamatan itu adalah Kecamatan Tarik, Prambon, Krian, Porong, dan Jabon. Sebab wilayah itu dilalui anak Kali Brantas. “Wilayah itu memang kami waspadai,” ujar M Husni Thamrin, Kepala Bakesbang Linmas Sidoarjo, Minggu (29/11).

Untuk mengantisipasinya, pihaknya telah kirim surat edaran ke masing-masing camat. Isinya agar para camat mengevaluasi sarana dan prasarana umum yang berada di wilayah tersebut. “Dan meminta agar warga setempat siap siaga jika bencana datang sewaktu-waktu,” bebernya. ytz/st3

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "