Home » Surabaya Metro

Ada Bus Khusus TKI, Antisipasi Penipuan

SURABAYA - SURYA- Trayek dari Juanda ke Kantong TKI. Dishub & LLAJ Jatim akan membuka trayek baru bus dari bandara internasional Juanda ke sejumlah kota di Jatim. Ini untuk mencegah terjadinya kejahatan terhadap TKI yang pulang kampung.

Kabid Angkutan Darat Dishub & LLAJ Jatim Sumarsono mengatakan, banyak laporan TKI jadi korban penipuan ketika mendarat di Bandara Juanda. Modusnya, mereka menawarkan jasa angkutan gelap (pelat hitam). Namun, di tengah jalan, pahlawan devisa ini dilucuti, harta benda dirampas. Bahkan, ada juga yang dianiaya lalu diturunkan di jalan.

“Agar TKI aman saat pulang kampung, harus ada keterpaduan moda transportasi di bandara. Makanya kami berencana membuat trayek bus dari Juanda ke daerah yang jadi kantong-kantong TKI di Jatim,” ujarnya, Minggu (29/11).

Menurut Sumarsono, di Indonesia sistem keterpaduan moda transportasi dari bandara ini sudah diterapkan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Dari bandara di Cengkareng ini disiapkan bus yang setiap saat siap mengangkut penumpang, terutama TKI ke sejumlah wilayah, seperti Bandung, Bogor, dan Bekasi.

Mengacu pada itu, bus untuk TKI dari Juanda nanti direncanakan menuju sejumlah daerah kantong TKI, seperti Blitar, Tulungagung, Lumajang, Jember, Malang, Bangkalan, Lamongan, dan sejumlah daerah lainnya. Keberadaan bus-bus ini nantinya akan diinformasikan kepada masyarakat di area bandara oleh PT Angkasa Pura I.

Agar bus TKI dapat segera beroperasi, pihaknya, kata Sumarsono akan menawarkan pembukaan trayek baru tersebut kepada pengusaha oto bus (PO). “Kami berharap ada PO yang mau untuk mengoperasionalkan busnya sebagai rintisan trayek baru dari bandara,” jelasnya.

Bagaimana jika ada resistensi dari sopir moda transportasi lain? Sumarsono tidak menampik adanya kemungkinan itu. Namun, dia yakin, selama tujuan pembukaan trayek baru adalah untuk kepentingan masyarakat - terutama memberi layanan transportasi yang aman dan nyaman serta efisien, masyarakat pasti akan mendukung.

Dikonfirmasi hal itu, Kepala Disnakertrans dan Kependudukan Jatim, Gentur Prihantono mengaku mendukung rencana Dishub & LLAJ Jatim membuat trayek bus baru bagi TKI dari bandara Juanda ke sejumlah wilayah. “Asal tidak membebani dan aman bagi TKI yang akan pulang ke kampung halaman, kami mendukuna,” terangnya.

Apalagi, kata Gentur, Jatim merupakan provinsi yang paling banyak mengirimkan TKI ke luar negeri. Mulai ke Malaysia, Singapura, Hongkong, hingga kawasan Timur Tengah.
Data BNP2TKI Jatim menyebutkan, selama Januari - Mei 2009 lalu, jumlah TKI asal Jatim yang berangkat ke sejumlah negara di Asia Pasifik dan Timur Tengah mencapai 21.350 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 7.581 orang di antaranya mengais ringgit di Malaysia. uji

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "