SURABAYA - SURYA-Puncak arus balik liburan Idul Adha 1430 H terjadi pada Minggu (29/11) kemarin. Terminal Purabaya dan pelabuhan Ujung - Kamal diserbu oleh masyarakat yang akan kembali ke Surabaya usai berkumpul dengan keluarganya di kampung halaman.
Di Terminal Purabaya, jumlah penumpang arus balik diperkirakan mencapai 50.000 orang. Hingga pukul 19.00 WIB, penumpang yang tiba sudah mencapai 38.000 orang. “Sampai pukul 24.00 WIB nanti, jumlah penumpang kami perkirakan antara 45.000 sampai 50.000 orang,” ujar May Ronald, Kepala UPTD Terminal Purabaya melalui Kabid Pendataan Penumpang Wahab.
Berdasar pantauan, sejak pukul 10.00 WIB, luberan penumpang mulai terlihat di terminal kedatangan. Semakin sore jumlah penumpang yang tiba semakin banyak. Hingga pukul 17.00 WIB, arus penumpang masih terus mengalir.
Berbeda dengan arus mudik, pada puncak arus balik kali ini didominasi oleh penumpang dari daerah tapal kuda, seperti Jember, Probolinggo, Situbondo dan Madura. Setelah itu, baru penumpang dari wilayah lain, seperti Madiun, Solo, Jogjakarta, Lamongan, Tuban, dan Semarang.
Sebelumnya, pada puncak arus mudik 26 Nopember lalu, dari 57.500 orang penumpang, kebanyakan menuju Tulungagung, Madiun, Solo, Jogjakarta, Lamongan, Tuban, dan Semarang. Setelah itu, baru penumpang yang menuju Madura dan wilayah tapal kuda.
Menurut Wahab, dengan jumlah penumpang 50.000 orang, maka terjadi kenaikan hampir 100 persen. “Pada hari biasa, penumpang rata-rata antara 25.000 sampai 27.000 orang,” jelasnya.
Sementara itu, puncak arus balik kapal feri di pelabuhan Ujung - Kamal juga terjadi pada Minggu kemarin, atau bersamaan dengan digelarnya Suramadu International Run (SIR) 10K.
Manajer Operasional PT Indonesia Ferry ASDP M Waluyo mengatakan, melihat penumpang yang terus mengalir, dia memperkirakan sekitar 10.000 orang, 3.000 sepeda motor, dan sekitar 100 roda empat akan kembali ke Surabaya. Jumlah ini masih kalah dibandingkan dengan penumpang saat puncak arus mudik 26 Nopember lalu yang mencapai 17.000 orang, motor 5.500, dan kendaraan roda empat 100. “Meski kalah dibandingkan arus mudik, namun jumlah penumpang tersebut naik dibandingkan hari biasa yang cuma 7.000 orang,” terangnya. uji
Editor : jps