JAKARTA | SURYA Online - Peneliti Lembaga Survei Indonesia (LSI), Burhanuddin Muhtadi mengatakan elite politik yang akan menjadi panitia angket kasus Bank Century perlu dipertanyakan komitmennya dalam menyelesaikan kasus tersebut.
“Mereka layak dipertanyakan komitmennya untuk menuntaskan kasus ini karena kuatnya aroma dan ambisi politik yang bersembunyi di balik retorika mereka,” kata Burhanuddin di Jakarta, Minggu (29/11).
Ia menilai, semenjak Demokrat masuk gerbong penandatangan hak angket, praktis debat soal menolak atau mendukung angket Century jadi tidak relevan lagi.
“Pertarungan akan terjadi lebih frontal di internal pengusul angket, menguasai panitia angket akan sangat menentukan keputusan,” ucap Burhanuddin.
Karena itu, lanjutnya, setiap fraksi berkepentingan mendudukkan kadernya di panitia angket untuk memuluskan target politiknya.
Menurut Burhanuddin, hal tersebut terjadi karena setiap fraksi punya target yang berbeda-beda. “Ada yang berkepentingan menyasar Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan ada yang sudah puas menjadikan Boediono dan Sri Mulyani sebagai kambing hitam,” katanya menambahkan.
Namun, ia mengatakan mereka tidak berani menyentuh SBY karena merupakan bagian dari koalisi pemerintah. Ia juga mengatakan mereka mengail di air keruh dengan cukup menargetkan Boediono dan Sri.
Jika keduanya terpental, katanya, ada senior partai mereka yang akan menjadi menteri ‘at large’.
“Kasus Century hanya jadi pertarungan lingkaran dalam SBY untuk menaikkan posisi tawar mereka dan bagian dari ‘warming up’ pemilu 2014,” jelas Burhanuddin.
ant
Editor : Sugeng Wibowo