Home » Jawa

Sapi Mabes Polri Ngamuk, 5 Luka, Termasuk Fotografer Asing

JAKARTA - SURYA- Kericuhan pembagian daging kurban terjadi di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Jumat (27/11). Kericuhan tidak hanya bersumber dari massa yang tidak sabar berdesakan dan saling dorong, dua ekor sapi yang hendak dipotong terlepas dan melukai sedikitnya lima orang.

Kejadian pertama terjadi ketika seekor sapi yang diikat sekitar 150 meter dari tempat pemotongan akan dibawa untuk disembelih. Dua petugas yang memegang tali tak kuasa menahan tenaga sapi gemuk itu. Sapi itu terus berputar-putar dan sempat menabrak dua mobil yang diparkir di dalam lapangan. Sapi akhirnya dapat ditaklukkan setelah dibantu oleh beberapa petugas lain.

Sedangkan satu sapi lainnya berontak melarikan diri bersamaan dengan masuknya kerumunan warga yang tak dapat terbendung petugas keamanan. Dua penjagal tidak mampu menahan rontaan sapi tersebut.

Sapi berwarna cokelat itu berlari kencang menuju kerumunan massa dan menyeruduk warga yang sedang antre. Lepasnya sapi itu membuat warga panic dan berlarian. Mereka berteriak-teriak dan lari pontang-panting. Lima orang warga, termasuk seorang wartawan terpental karena serudukan sapi tersebut.

Ellis, seorang bocah bahkan sampai terinjak-injak karena kepanikan ribuan orang yang berhamburan menghindari serudukan sapi. “Ellis tadi sempat lari, lalu dia jatuh didorong-dorong orang, dia terinjak-injak,” ujar Diki, teman Ellis.

Bocah tersebut pun menangis menambah gaduh suasana warga yang berteriak-teriak menghindari serudukan sapi. Sapi itu bahkan terus berlari hingga ke tengah Lapangan Bhayangkara.
Ellis mengalami keseleo di bagian kaki dan luka di dekat mata kaki kirinya. Dia lalu dibawa ke mobil ambulans yang disiagakan di lokasi.

Sapi itu tak hanya melukai Ellis. Sapi itu juga melukai seorang fotografer kantor berita Inggris reuters, Crace Palinnga, yang saat diseruduk hendak menolong Ellis yang terjatuh dan terinjak-injak. Kening Crace mengucurkan darah akibat serudukan tanduk sapi. Namun Crace masih terus mengabadikan pembagian daging kurban itu.
Sementara itu, satu diantara tiga sapi kurban (yang disembelih pertama) sumbangan pejabat Mabes Polri dinyatakan terjangkit penyakit fasciola hepatica atau cacing hati. Hal tersebut diketahui setelah dilakukan pemeriksaan terhadap hati sapi yang telah dipotong tersebut. Tidak diketahui pasti siapa diantara Kapolri, Wakapolri, dan Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) yang merupakan pemilik sapi tersebut.

“Setelah dibelah ada cacing hidup di dalam hati. Hatinya tidak bisa dimakan. Sudah kami pisahkan dan nanti dikubur. Kalau dagingnya sudah dinyatakan sehat dan layak dimakan,” tutur Kurnia Suni Asih, Kepala Sub Dinas Peternakan Jakarta Selatan yang didampingi dua mahasiswa Kedokteran Hewan IPB sesaat memeriksa hati sapi.

Dijelaskan Kurnia, hati sapi yang terkena cacing hati tidak layak untuk dikonsumsi karena bisa menyebabkan penyakit bagi yang mengonsumsinya. Infeksi cacing hati ini, menurut Kurnia, dideteksi hanya dengan melihat hati hewan secara langsung. Sebab, seminggu yang lalu, sapi-sapi petinggi Polri ini sudah diperiksa dan dinyatakan sehat.

Sesuai pengumuman panitia, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri (BHD) menyerahkan empat ekor sapi, sedangkan mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji menyumbang satu ekor sapi.
“Total yang kita terima 24 ekor sapi, dan 5 ekor kambing dengan rincian Kapolri 4 ekor sapi, Wakapolri 2 ekor sapi, Irwasum 1 ekor sapi, dan Susno Duadji 1 ekor sapi,” ujar salah satu panitia melalui pengeras suara. jbp/cr1

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "