Home » Surabaya Metro

Pelatih Bulutangkis Curi Helm

SURABAYA - SURYA - Ketua PBSI: Tak Ada yang Bernama Surya Saputra . Saking kepincutnya dengan helm teropong bak pembalap, Surya Saputra nekat ngembat helm yang dijual dan dipajang di kawasan Jalan Diponegoro, Kamis (26/11) malam.

Akibatnya, lelaki 23 tahun yang mengaku berprofesi sebagai pelatih bulutangkis di PB Bintang Timur ini harus berurusan dengan polisi.

Aksi itu bermula saat dirinya melintas di Jl Diponegoro. Tepat di depan toko milik Kardi, ia kepincut dengan helm teropong putih. Dengan jurus celingukan ke kanan dan kiri, warga Jl Grudo III ini secepat kilat mengambil helm seharga Rp 200.000.

Mendengar suara gaduh di tokonya, korban yang tinggal di Sepanjang Tani, Sidoarjo ini, sontak terbangun. Pria berusia 45 tahun ini langsung memergoki aksi Surya yang mencuri dagangannya. Kardi pun langsung teriak. ”Maling, maling, ada maling.”

Teriakan Kardi didengar oleh pengguna jalan yang melintas dan langsung mengejar tersangka saat berusaha kabur. Akibatnya Surya jatuh tersungkur dan tertangkap. Tidak hanya ditangkap, Surya pun menjadi bulan-bulanan warga sekitar sehingga sekujur tubuhnya babak belur.

Selang beberapa menit, petugas dari Polsekta Tegalsari yang mengetahui ada keributan, langsung meluncur ke lokasi kejadian. Surya pun aman dari amukan warga, setelah itu digelandang ke Mapolsekta Tegalsari.

Hasil interogasi, Surya mengakui jika helm yang dijual oleh Kardi itu sudah diincar sejak lima hari sebelum beraksi. “Saya memang sudah mengincar helm tersebut, makanya itu saya survei dulu tempat hingga penjualnya,” kata Surya.

Kapolsektra Tegalsari AKP Totok Sumariyanto menjelaskan bahwa pelaku kepincut dengan warna dan model helm tersebut. ”Karena tidak punya uang untuk membeli, ia pun menggunakan jalan pintas. Ia kita jerat pasal 362 KUHP ancaman 5 tahun penjara,” jelas AKP Totok Sumariyanto.

Sementara itu, Ketua PBSI Pengurus Kota (Pengkot) Surabaya Abdul Chodir menyatakan tidak ada pelatih bulutangkis di PB Bintang Timur yang bernama Surya Saputra. ”Yang ada nama pelatihnya Bapak Supeno dan Bapak Joko,” katanya.

Chodir sendiri langsung menghubungi Supeno yang juga mengatakan hal yang sama, bila di PB Bintang Timur tidak ada pelatih bernama itu. ”Mungkin dia pernah berlatih di PB Bintang Timur, kemudian ngaku-ngaku sebagai pelatihnya. Yang pasti dalam catatan organisasi tidak ada nama itu sebagai pelatih PB Bintang Timur,” tandas Chodir.rie

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "