KEPANJEN - SURYA- Karyono, 37, warga Kelurahan Mergosono Gang 5, Kecamatan Kedungkandang, dihajar massa hingga babak belur sesaat tertangkap merampas ponsel Romi, 15, pelajar sebuah SMP di Kecamatan Pagelan. Belum lagi ponsel itu dibwa kabur, Karyono dihajar massa.
Kejadian itu bermula ketika Romi, tengah duduk santai di luar Stadion Kanjuruhan, Jumat (27/11) siang. Karena tak ada aktivitas, ia bermain dengan fitur-fitur ponselnya.
Romi dihampiri Karyono. “Dik, jam berapa sekarang?” tanya Karyono. Romi yang bermaksud melihat waktu di ponselnya, kalah cepat dengan aksi Karyono. Karyono langsung merebut ponsel itu. Sempat terjadi tarik menarik, hingga akhirnya Karyono yang lebih kuat berhasil merampas ponsel itu.
Saat pelaku berusaha kabur dengan mengendarai sepeda motornya ke timur stadion, korban berteriak ‘copet!’ sehingga warga berdatangan dan ramai-ramai mengejarnya. Saat dikejar massa, pelaku yang gugup itu menengok ke belakang. Akibatnya, sepeda motor yang dikendarai pelaku itu jatuh dan langsung dihajar massa.
“Dia mencari sasaran pelajar yang membawa ponsel. Namun kali ini dia apes karena terjatuh dari sepeda motornya ketika kabur,” kata Kapolsek Kepanjen, AKP Prayitno, Jumat (27/11).
Sementara di Ampelgading, Kabupaten Malang, juga terjadi pencurian ponsel. Namun tiga pelakunya menyasar ponsel milik si tetangga yang masih gres.
Tiga pelaku tersebut, yakni Edi, 17, Misman, 22, dan Saiful, 21, ketiganya warga Desa Sidorenggo, Kecamatan Ampelgading. Sementara yang menjadi sasaran, yakni Tri Yulaikah, 23.
“HP korban sudah dijual dan uangnya dipakai berfoya-foya. Mereka kami diringkus di rumahnya masing-masing,” kata Kapolsek Ampelgading, Iptu Agus Murdiantono, Jumat (27/11).
Pencurian ponsel ini terjadi pada malam hari, Kamis (12/11) lalu. Saat itu Edi, mengetahui Tri membeli ponsel baru. Ponsel yang relatif murah, yakni seharga 350.000 itu ternyata menjadi sasaran Edi bersama Misman dan Saiful.
Tengah malam, mereka mengangsir (mengeduk tanah) rumah korban yang berdindingkan gedek. Setelah tanahnya digali selebar tubuh, mereka masuk.
“Yang masuk Misman dan Saiful, sedang Edi berjaga-jaga di luar rumah. Selanjutnya, mereka keluar melalui jendela dengan membawa ponsel korban,” tuturnya.
Selama beberapa hari, aksi mereka tak tercium petugas. Namun dua minggu kemudian, tiga pelaku ini ditangkap di rumah masing-masing. Edi mengaku ponsel itu dijual Rp 160.000 pada konter ponsel di wilayah Kalibening, Lumajang.st12
Editor : jps