Home » Berita Terkini

Kadiv Humas Sampaikan Permintaan Maaf

JAKARTA l SURYA Online - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna meminta maaf atas perbuatan oknum anggota Polri kepada wartawan Kompas.com saat meliput acara pemotongan hewan kurban di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri. Oknum polisi itu mengancam reporter Kompas.com ketika meliput sapi mengamuk.

“Saya pribadi dan atas nama Polri minta maaf atas kejadian itu,” jawab Nanan kepada Kompas.com ketika melaporkan peristiwa itu lewat pesan singkat, Jumat ( 27/11 ).

Nanan mengatakan, ia kan meneruskan laporan tersebut kepada atasan oknum polisi itu. “Nanti saya tegur dan beritahukan pimpinannya,” tambah dia.

Pengancaman bermula ketika salah satu sapi mengamuk saat akan dibawa untuk disembelih. Melihat peristiwa itu, Kompas.com langsung mendekati sapi untuk mengambil gambar dengan kamera ponsel.

Saat itu, ada seorang pria berpakaian sipil yang kemudian diketahui bahwa ia perwira menengah Polri berada didekat sapi yang berontak.

Melihat Kompas.com mengambil gambar, oknum itu langsung bertanya kepada Kompas.com, “Kamu wartawan mana?,” kata dia. “Kompas.com pak,” jawab reporter. “Beritain yang benar. Ini bukan ngamuk. Awas kamu, saya pegang Kompas, saya bredel nanti,” balas oknum polisi.

Mendengar perkataan itu, Kompas.com hanya mengatakan,”Siap pak,”. Sapi terus berontak hingga lokasi pemotongan dan Kompas.com terus mengambil gambar. Namun, ancaman itu kembali diucapkannya di dekat lokasi pemotongan. “Awas yah,” ucap dia sambil melihat Kompas.com dan berlalu.

Kompas.com bersama dengan wartawan lain menghampiri yang bersangkutan untuk meminta penjelasan. Namun, ia tidak bersedia berkomentar. “No comment,” kata dia lalu berlalu.

Wartawan kembali menghampiri dia dan mengatakan, “Kami cuma mau tahu bapak siapa? Maksud perkataan bapak apa?,” ucap salah satu wartawan online. “Kamu ngancam saya?,” jawab dia dengan keras. “Kami cuma mau tau penjelasan bapak soal ancaman tadi,” jawab Kompas.com.

Setelah itu, oknum itu kembali menghampiri wartawan dan bersedia menjelaskan. “Saya hanya mengingatkan beritakan yang benar, bukan mengancam,” jelas dia.

Kompas.com lalu berkata,”Jadi kata awas dan bredel untuk mengingatkan?,”. lalu dijawab,”Iya hanya mengingatkan,” ucap dia.

“Oke, saya minta maaf kalau saya ada salah kata. Soalnya kondisi ini lagi panas,” lanjut oknum itu dengan nada tinggi lalu pergi meninggalkan wartawan. Kcm

Editor : Heru Pramono

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "