Kediri - Surya - Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Kediri turun jalan. Mereka menggelar aksi demonstrasi mengepung balai kota, Senin (23/11), menuntut Wali Kota Samsul Ashar, untuk meminta maaf.
Wali kota yang akrab disapa ‘Pak Dokter’ ini dinilai telah melecehkan lembaga pendidikan tinggi Islam tersebut. Sebab hampir seluruh lulusan PTN di bawah Depag ini alumnusnya tak diloloskan secara administratif dalam rekrutmen CPNS.
Koordinator aksi, Muhamad Yasin, dalam orasinya mendesak Samsul meminta maaf secara lisan dan tulisan. Pencoretan alumnus STAIN dinilai telah melukai lembaga. “Wali kota harus minta maaf,” teriak Yasin.
Mereka terus meneriakkan kecaman sambil membawa poster mengepung balai kota. Namun aksi tidak membuahkan apa-apa karena tidak ada dialog antara perwakilan pedemo dan wali kota. Polisi meminta lima perwakilan untuk berdialog, tapi ditolak mahasiswa.
Ini membuat aksi menjadi ricuh. Mahasiswa terlibat saling dorong dengan polisi. Massa kemudian menggelar aksi teatrikal menggambarkan mafia CPNS, ‘Orang pintar kalah dengan yang membayar’.
Aksi berlanjut ke kantor DPRD Kota Kediri. Di sini mereka, ditemui Wakil Ketua Sholahuddin anggota Fraksi Joyoboyo. “Kami akan mengawal verifikasi yang sesuai dengan prosedur perundang-undangan”, katanya.
Menanggapi protes penyaringan CPNS itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkot Kediri, Semeru Singgih mengatakan, pihaknya tengah melakukan persiapan teknis untuk menggelar ujian tes CPNS gelombang kedua.
pihaknya sudah memulai verifikasi berkas formulir yang diajukan kepada pemkot. Pihaknya melibatkan seluruh perguruan tinggi di Kediri, untuk upaya verifikasi tersebut.
Ia menyebutkan, beberapa perguruan tinggi itu antara lain STAIN, IAIT, Universitas Kadiri, Universitas Islam Kediri, STITM.
Pihaknya berharap, verifikasi itu usai dilakukan hingga akhir bulan ini. Dengan itu, rencana tes gelombang kedua CPNS di Kota Kediri, yaitu tanggal 6 Desember 2009 dapat terlaksana.
Menyinggung tentang lembar soal, Semeru mengatakan, pihaknya tidak akan menggunakan soal ujian yang sebelumnya sudah diujikan dalam tes CPNS, 21 November lalu.
Jumlah pendaftar CPNS di Kediri tahun 2009 ini mencapai 17.000 orang. 4.000 Berkas di antaranya harus dikembalikan, karena dinilai tidak lolos kualifikasi. Pemkot menyediakan tempat 443 posisi CPNS baru. k2/ant
Dibaca: 107 kali
rerep tri sasongko
bapak walikota adalah orang terbaik d kota kediri dengan segala kebijakannya. saya adalah salah satu dari 443 yang diumumkan tgl 12, pabila memang ada perbaikan dan pengumuman ulang kami tunggu yang sebenarnya. dan hasilnya harus bijak jangan sampai merugikan salah satu pihak. karena saya yakin semua menjalani ujian dengan sebenarnya tanpa rekayasa seperti yang beredar.