Tulungagung - Surya- Memasuki awal musim hujan di wilayah Kabupaten Tulungagung, lima dusun di Desa Keradinan, Kecamatan Pagerwojo terisolir, akibat jalur darat satu-satunya tertutup longsoran tebing di Dusun Cempoko sejak Rabu (18/11) sekitar pukul 03.00 WIB. Kelima dusun aitu adalah Cempoko, Tumpkweru, Toro, Patuk, dan Sengon.
Menurut keterangan salah satu warga Dusun Cempoko Sukidi, 48. sekitar pukul 22.00 WIB memang turun hujan deras dan mulai reda sekitar tengah malam. Ternyata hujan deras tersebut menggerus tanah miring berupa bukit yang ada di sepanjang jalan Dusun Cempoko, hingga mengakibatkan tebing sepanjang 20 meter longsor. Material tanah bercampur batu menutup seluruh badan jalan desa selebar 3 meter tepat di bawahnya. Bahkan begitu banyaknya material yang longsor, sampai menerjang sekitar 1 hektare sawah warga yang berada di seberang jalan desa.
Bencana longsor ini baru diketahui warga setempat sekitar pukul 03.00 WIB, ketika warga yang sebagian besar petani dan peternak sapi perah akan berangkat bekerja. Kades Keradinan, Dwi Sunarhadi ketika dikonfirmasi mengatakan, sudah berkoordinasi dengan kecamatan dan diteruskan ke pemkab, untuk meminta bantuan alat berat untuk memindahkan material longsor.
Sementara itu, enam wilayah kabupaten dan kota di eks-Karasidenan Madiun hingga kini dihantui serangan bencana alam, seperti banjir dan longsor. Pasalnya, selain secara geografis wilayahnya berada di cekungan Gunung Wilis dan Lawu, juga disebabkan tak ada penanganan serius dari pemerintah untuk mengurangi bencana tahunan tersebut.
Kepala Bidang Perlindungan Masyarakat Bakesbangpol Linmas Pemkab Madiun, Ahmad Nuryanto mengatakan banjir selalu terjadi setiap tahun di wilayah Kecamatan Balerejo, Madiun, Wungu, Sawahan, Mejayan, Wonoasri, Kebonsari, dan Pilangkenceng. Sedangkan daerah rawan longsor terjadi di wilayah Kecamatan Kare, Wungu, Dagangan, Saradan, dan Gemarang.
Hal yang sama terjadi di Kota Madiun. Menurut Kabid Perlindungan Masyarakat Bakesbangpol Linmas Pemkot Madiun, Bambang Sujitno menjelaskan ancaman banjir kiriman dari lereng Gunung Wilis masih terus membayangi warga Kota Madiun setiap datang musim hujan. ais/st14
Dibaca: 126 kali