SURABAYA - SURYA- Ketua DPD I Partai Golkar (PG) Jatim Soenarjo ternyata masih ragu-ragu menentukan sikap, apakah akan maju lagi atau tidak dalam Musda PG Jatim yang akan berlangsung 28-29 November di Hotel Singgasana, Surabaya.
Mantan Wagub Jatim yang kini bergeser menjadi Wakil Ketua DPRD Jatim itu mengatakan, masih akan konsultasi dengan pengurus internal lainnya. Namun, dia menyatakan, keinginan untuk maju lagi itu tetap masih ada.
“Saya masih akan shalat istikharah dulu. Selain itu, saya juga mesti konsultasi dengan keluarga,” terang Soenarjo ketika wawancarai usai mengikuti rapat pimpinan, Rabu (18/11).
Sebagai incumbent, Soenarjo sangat optimitis akan mendapatkan dukungan dari DPD PG kabupaten/kota sebagai pemilik suara mayoritas dalam musda mendatang. Hanya saja, dia memandang keinginan untuk maju itu tidak harus diumumkan atau melalui deklarasi.
Sementara itu, Sekretaris DPD PG Jatim Muhammad Muchtar yang dikenal dekat dengan Soenarjo, justru memastikan jika bosnya itu tidak akan maju lagi dalam musda mendatang. Namun, keputusan Soenarjo itu tidak muncul secara tiba-tiba. “Beliau tetap akan memimpin dan mengawal hingga terbentuk kepengurusan yang baru,” jelas anggota FPG DPRD Jatim tersebut.
Terpisah, Wakil Sekretaris PG Jatim, Sahat Tua Simanjuntak, mencermati calon ketua Golkar Jatim mengerucut pada Martono dan Gatot Sudjito. Ia berharap kandidat ketua Golkar Jatim akan bisa berkolaborasi pascamusda.
“Mereka harus berkolaborasi kalau ingin Golkar besar. Mereka masing-masing memiliki kelebihan dan kemampuan yang semuanya ingin membesarkan Golkar,” tandas Sahat.
Kolaborasi tersebut, menurut Sahat, berupa kompromi-kompromi politik dengan cara jangan asal sikat habis. Jadi, siapapun yang akan terpilih nanti hendaknya yang menang mengakomodir kelompok yang kalah.dos
Jika Martono kebetulan yang menang, maka harus merangkul Gatot Soedjito demi soliditas kader partai. Gatot bisa ditempatkan di posisi yang sangat strategis, yakni wakil ketua I yang membidangi OKK (oragnisasi, kaderisasi dan keanggotaan).
Wakil Sekretaris DPD PG Jatim Freddy Poernomo juga sepkat, jika kedua tokoh yang sekarang saling bertarung itu berkolabirasi. Menurutnya, siapapun yang memang memang tidak boleh melakukan sikat habis terhadap pihak yang kalah.
“Pokoknya tidak boleh sikat habis. Selain itu, kita juga tidak boleh hanya jago di kandang, tetapi juga harus berani ketika berada di luar kandang,” terangnya. dos
Dibaca: 15 kali