SIDOARJO | SURYA Online - Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (BPLS), menggelar pelatihan tanggap bencana untuk korban lumpur yang lokasinya berdekatan dengan tanggul penahan lumpur.
Humas BPLS, Achmad Zulkarnaen, Kamis (19/11), mengemukakan, pelatihan itu dilakukan menyusul datangnya musim hujan di kabupaten Sidoarjo pada beberapa hari terakhir, karena kondisi tanggul penahan lumpur yang rawan jebol.
“Kami berharap dengan adanya pelatihan ini warga bisa mempersiapkan diri jika terjadi bencana yang terjadi di kampung mereka. Tanggul penahan lumpur di pusat semburan itu kan tidak didesain sebagai tanggul penahan air. Sehingga, jika musim hujan datang ada kemungkinan tanggul tersebut akan jebol” katanya menjelaskan.
Warga yang dilibatkan dalam latihan ini, lanjut Achmad, adalah warga yang desanya berbatasan langsung dengan tanggul penampungan lumpur seperti Desa Kali Tengah, Gempolsari, Glaharum, Kecamatan Tanggulangin.
“Selain itu, warga Mindi dan Jatirejo, Kecamatan Porong yang wilayah desanya belum masuk peta terdampak juga ikut dalam pelatihan ini karena wilayah mereka juga berdekatan dengan tanggul penahan lumpur,” paparnya.
Namun, tambah Achmad, masyarakat tidak perlu khawatir akan kemungkinan tersebut. Karena pihaknya telah memasang drainase untuk mengatasi kemungkinan jebolnya tanggul akibat kelebihan air di dalam kolam penampungan.
Ia juga mengatakan, pelatihan ini diberikan supaya warga bisa mengerti dalam menyikapi datangnya bencana seperti ambrolnya tanggul dan lumpur meluber menggenangi rumah.
“Pelatihan ini kami lakukan kurang lebih selama sepekan mengingat jumlah warga yang ikut dalam pelatihan ini tidak sedikit,” katanya.
Pelatihan yang diberikan kepada 50 perwakilan warga luar peta ini di antaranya mulai mengenal bencana, antisipasi datangnya bencana pasca keluarnya imbauan pihak yang berwenang dan juga upaya penyelamatan termasuk dalam mendirikan tenda.
“Semua tahapan diajarkannya secara detil,” ucap Achmad.
Tanggap bencana ini, imbuhnya, harus dimiliki oleh setiap masyarakat. Pasalnya bencana itu tidak dapat diprediksi kapan akan muncul menimpa manusia. Karena itu, warga diimbau untuk selalu waspada terhadap bencana tersebut. ant
Dibaca: 92 kali