Surabaya - Surya - MUI Larang Film 2012. Penikmat film sedang tersihir film 2012. Kehebohan film yang menggambarkan terjadinya kiamat atau akhir dunia itu juga melanda warga Surabaya, Malang, dan kota besar lainnya di Indonesia. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim pun bersikap.
Antrean panjang di bioskop-bioskop terjadi sejak film garapan sutradara Roland Emmerich -yang juga bertindak selaku salah satu produser–ini diputar Jumat (13/11) lalu.
Dari catatan Surya, 2012 diputar di tujuh gedung bioskop di Surabaya dan dua gedung di Malang. Di Surabaya saja, film produksi Columbia Pictures ini diputar dalam 54 kali show setiap hari. Dengan asumsi tiap gedung bioskop berkapasitas rata-rata 200 kursi, maka setiap hari film ini disaksikan 10.000 penonton. Maka hingga Senin (16/11), ada sekitar 40.000 warga Surabaya yang menyaksikan film ini.
“Ini rekor yang belum pernah terjadi pada film mana pun,” tutur salah seorang staf Indo Ika, distributor film di Surabaya, Senin (13/11). Bahkan film terlaris seperti Ayat-Ayat Cinta atau Laskar Pelangi untuk film Indonesia, atau film sekuel James Bond untuk film Barat yang juga menarik perhatian masyarakat, masih kalah heboh dengan film 2012.
“Saya sudah baca bukunya. Ngeri sekali membayangkan saat kiamat itu akan terjadi. Karena itu, makin penasaran begitu ada filmnya. Antre nggak apa-apa asal bisa menyaksikan film ini,” cetus Ineke, karyawati bank di Surabaya saat antre untuk membeli tiket di Surabaya Town Square (Sutos), Minggu (15/11).
Siang itu Ineke berada di tengah antrean penonton yang panjangnya lebih dari 20 meter dengan bentuk mengular hingga ke meja kasir. Ineke dan juga penonton lain tak kecewa meski tahu jatah tiket yang diterima nanti bukan untuk pertunjukan siang hari itu.
“Saya tahu kok tiket yang jam siang ini sudah habis. Saya antre untuk nonton pertunjukan nanti malam,” ujar Farhan yang datang bersama lima temannya.
Bagus Sujatmiko, warga Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, juga mengantre di Matos, kemarin. “Kemarin malam tiketnya sudah habis. Ternyata untuk nonton sore hari, antre tiketnya pagi hari. Jadi kalau antre sore hari, mungkin baru dapat untuk nonton film itu siang hari pada keesokan harinya,” akunya. Karyawan swasta itu awalnya hendak menonton usai pulang kerja. Meski kecewa, ia berniat akan antre lagi karena penasaran dengan jalan ceritanya tentang hari kiamat.
Di Kota Malang, 2012 sudah premier di jaringan bioskop 21 sejak Sabtu (14/11). Manajer bioskop Matos 21, Lutfi A Kasim, mengaku tidak biasanya warga Malang bisa menyaksikan film yang jadwal premier-nya hampir sama dengan Surabaya. ”Saya juga tidak menyangka premier di Malang secepat ini, karena kami ternyata mendapat sisa roll film dari Surabaya,” ujar Kasim, Senin (16/11).
Sejak premier lalu, tiket seluruh show selalu terjual habis alias sold-out dalam durasi tak sampai satu jam. Meski diputar di dua studio, ratusan penontong tiap harinya harus pulang karena tak kebagian tiket. Antrean di Matos pun tiap harinya mencapai lebih dari 30 meter, sehingga calon penonton harus mengular hingga luar gedung bioskop.
Positif-Negatif
Karena dasar cerita kiamat itulah, Ketua Dewan Penasihat Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim KH Muamal Hamidi memberi respons. Menurutnya, film yang dibintangi John Cusack tersebut memiliki dampak positif maupun negatif dalam kehidupan masyarakat. Positifnya, orang akan merasa takut akan datangnya hari kiamat, dan mereka akan berusaha berbuat baik setelah nonton film itu.
Namun, dibandingkan dengan dampak positifnya, film dengan memprediksi kiamat datang di tahun 2012 ini memilki dampak negatif lebih besar. Menurut KH Hamidi, film seperti itu selain bertentangan dengan syari’at, juga akan merusak aqidah umat Islam. Sebab, sudah menjadi keyakinan umat Islam bahwa kiamat memang akan datang, tapi kapan datangnya, tak ada satupun makhluk yang tahu.
“Hanya Allah SWT yang tahu,” jelas Muamal Hamidi kepada Surya melalui ponselnya, Senin (16/11) malam.
Ia mengkhawatirkan, prediksi film itu seperti halnya prediksi datangnya kiamat pada tanggal 9 bulan 9 tahun 1999. Kenyataannya, prediksi hari kiamat waktu itu tidak benar. Begitu juga prediksi kiamat dalam film 2012. “Hanya Allah yang tahu kapan datangnya kiamat,” terangnya. Untuk itu, MUI mengimbau masyarakat agar tidak memercayai prediksi-prediksi semacam itu.
Respons lebih keras datang dari Ketua MUI Kabupaten Malang, KH Mahmud Zubaidi. “Kiamat itu yang tahu hanya Allah. Nabi pun hanya mengetahui tanda-tanda kiamat. Kalau kiamat bakal datang pada 2012, itu tidak benar. Saya harap masyarakat tidak terpancing dengan informasi itu,” kata KH Mahmud Zubaidi ditemui usai rapat di kantor Departemen Agama (Depag) Kabupaten Malang, Senin (16/11).
Karena itu, MUI melarang warga masyarakat menonton film tersebut. Juga diharapkan film itu tidak diputar untuk ditonton masyarakat. “Karena ini sifatnya sudah isu nasional, maka hal ini akan saya sampaikan ke MUI Jawa Timur. Biar provinsi menyampaikan hal ini ke MUI Pusat untuk mengeluarkan fatwa,” tambahnya.
Ia menilai, Badan Sensor Film kurang tanggap terhadap film-film seperti ini. “Saya hanya menyayangkan mengapa film seperti itu kok lolos dari sensor,” ujarnya. Yang ditakutkan adalah jika film itu mengganggu akidah.
Bagaimana kalau cerita itu sebagai bentuk kreativitas seni? “Meski seni, jika mengandung unsur keyakinan, harus diluruskan,” jawabnya. “Film itu tidak pantas untuk ditayangkan, karena dapat mempengaruhi pemikiran orang,” tambahnya.
Zubaidi mengaku belum menonton film yang dibuat sesuai dengan kalender Maya kuno yang meramalkan terjadinya bencana pada saat titik balik matahari di musim dingin tahun 2012 tersebut. Dirinya baru mendengar kisah film itu dari orang lain. Sebagai orang Islam memang seharusnya mempercayai adanya hari kiamat. Namun, untuk kepastian terjadinya merupakan kuasa dari yang Maha Kuasa.
Untuk segera bertindak, pihaknya ingin mencari dulu bukti di lapangan, termasuk bagaimana isi filmnya dan pendapat masyarakat yang sudah menonton film itu.
Raup Rp 2 Triliun
Film 2012 berkisah tentang hari kiamat bakal terjadi tiga tahun lagi, 2012. Sejak diedarkan di pasaran, termasuk Indonesia, sudah meraup sekitar Rp 2 triliun. Film ini dipromosikan dengan efektif, tentang ramalan bakal adanya bencana pada 2012 akibat adanya planet Nibiru.
Selain itu ada ramalan berakhirnya penanggalan Maya. Banyak orang percaya pada ramalan itu hingga Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, merasa perlu membantah kabar ini.
Film 2012 dibuat oleh Sony Pictures dengan sutradara Roland Emmerich. Emmerich terbiasa dengan film kolosal. Sebelumnya ia membuat film Independence Day, The Day After Tomorrow. Film ini dibintangi John Cusack dan Danny Glover, serta Chiwetel Ejiofor. Dikisahkan, sekelompok manusia berusaha menyelamatkan diri akibat bencana dahsyat pada 2012 menggunakan pesawat terbang.
Dikisahkan tahun 2009 suku Maya di kota Tikal, Guatemala, meramalkan akan terjadi ‘kiamat’ bersamaan dengan kesejajaran galaktik pada 21 Desember 2012, tanggal terjadinya titik balik matahari di belahan bumi utara. Mereka yang memercayai perhitungan kalender suku Maya beramai-ramai melakukan bunuh diri massal.
Seorang penasihat ilmiah Presiden Adrian Helmsley (Chiwetel Eijofor) melakukan riset ke India menemui rekan sekaligus sahabatnya, Satnam Tsurutani (Jimi Mistry) yang menemukan fenomena bahwa inti dari kulit bumi mengalami kenaikan suhu karena efek yang diakibatkan sebuah ledakan besar di permukaan matahari sehingga inti/kerak bumi semakin menyusut yang menyebabkan terjadinya pergeseran/perpindahan kulit bumi. Akibatnya, lempeng bumi patah dan akan mengakibatkan gempa bumi sangat dahsyat.
Sejak itu dimulailah rencana besar untuk persiapan dan perlindungan oleh organisasi rahasia yang diberi nama Institute for Human Continuity (IHC). Dibuatlah beberapa bahtera besar di pegunungan Himalaya. Dalam prosesnya, organisasi ini sering mengalami beberapa perdebatan mengenai cara memberitahukan kepada penduduk dunia serta cara memilih orang-orang yang akan diselamatkan.
Lalu apakah benar pada 21 Desember 2012 bumi akan semengerikan itu? Badan Antariksa Amerika Serikat AS (NASA) menegaskan bahwa apa yang terlihat di film itu takkan terjadi dalam waktu dekat. “Tidak ada hal buruk yang terjadi di Bumi pada 2012. Planet kita baik-baik saja untuk lebih dari 4 miliar tahun mendatang, dan para saintis yang kredibel di seluruh dunia tahu bahwa tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012,” demikian pernyataan NASA terkait kekhawatiran kiamat pada 2012.
Dalam film 2012, asteroid raksasa menghantam Bumi dan merusak semuanya. Namun, NASA menegaskan, tak ada planet asing sedang menuju Bumi. NASA menuturkan, Bumi selalu menjadi sasaran komet dan asteroid meski hantaman besar sangat jarang terjadi. Tubrukan besar terakhir terjadi 65 juta tahun lalu yang memusnahkan dinosaurus.
Saat ini NASA tengah mengerjakan proyek Spaceguard Survey untuk menemukan apakah ada asteroid besar di dekat Bumi yang akan menghantam. Saat ini NASA menyimpulkan tidak ada ancaman asteroid sebesar yang pernah mengantam dinosaurus.
“Semua pekerjaan ini dilakukan secara terbuka dan penemuan-penemuan diposting setiap hari di website Kantor Program NASA NEO, jadi Anda bisa melihat bahwa tidak ada satu pun yang diprediksi menghantam Bumi pada 2012,” demikian pernyataan NASA.
NASA lalu menjelaskan tentang munculnya prediksi kiamat pada 21 Desember 2012 itu. Diungkapkan, kisah itu dimulai dari klaim bahwa Niburu, sebuah planet yang diduga ditemukan Bangsa Sumeria, tengah melaju menuju Bumi. Bencana awalnya diprediksi datang pada Mei 2003. Namun karena tidak ada yang terjadi pada hari yang ditentukan itu, prediksi kiamat beralih ke Desember 2012. Kemudian dihubungkanlah dengan kisah berakhirnya sistem penanggalan suku Maya kuno pada musim dingin 2012 dan diprediksi tanggal kiamat jatuh pada 21 Desember 2012. pra/iks/vie/ab
Dibaca: 292 kali
Widya oktavia
Saya rasa pelarangan itu tidak perlu, film ini hanyalah hiburan semata untuk masyarakat, masalah percaya atau tidak 2012 akan kiamat kita serahkan masing-masing pada individunya. Lagi pula film ini sebenarnya bisa dibuat pembelajaran untuk anak-anak juga, dengan begini akan semakin mudah untuk mengajak mereka agar taat beribadah, kan ada perumpamaan visualnya, dari pada kita hanya menceritakan secara gamblang tentang bagaimana kiamat itu.
sugiono
untuk MUI menghimbau boleh tapi jangan sampai melaranglah masih banyak tugas mui yang lebih besar dari pada melarang umat melihat suatu tayangan yang hanya bersifat hiburan.masyarakat sudah paham bahwa kiamat tiada seorangpun yang tau kapan datangnya itu rahasia ilahi.tertariknya masyarakat akan film ini hanyalah karena ingin melihat kecanggihan tehnologi animasi barat aja….hidup milan
chiechiel
Ini baru pertama kalinya film yang paling laris diversi Indonesia
susy susanti
saya kira film ini gak usah dilarang soalnya film ini memberi pelajaran ke kita untuk lebih mendekatkan diri pada pencipta sang pencipta. dan kita diberi sang pencipta alam semesta untuk dijaga & diperilihara. moga kita semua masuk surga AMIN……….
dhista ramadhani
film ni ga boleh dilarang ! kasian yg blum nnton ! kan itu hanya gambaran agar kita siap mnjalani hdup slanjutnya !!!!!!!!!
dahrudi
wah ngapaen d larang-larang sh…..
kn film tu eru banged….
biarin lah tayangin z..kn buat yx lum tbat bsa jdi tbat kn ssudan ton film tu…bsa jg kn…
manxkanya npa hrus d larang - larang sh…..