Frontage Road Tak Efektif

SURABAYA - SURYA- Pembangunan frontage road sisi timur Jalan A Yani mendapat kritik Pakar Transportasi ITS Surabaya Hita Priya Suprayitna. Menurutnya, meski keberadaan frontage road dapat mengurai kemacetan di Jalan A Yani, kemacetan di jalan paling padat di Surabaya tersebut, dipastikan akan tetap terjadi.

“Frontage road tidak akan banyak mengurai kemacetan,” ujar Hita Priya kepada Surya, disela EASTS Conference 2009 - Konferensi internasional ilmiah transportasi Asia Timur, di Hotel Shangrila, Senin (16/11).

Bahkan dengan posisi frontage road di timur rel kereta api (KA), Hita yakin ke depan bisa saja terjadi masalah. Terutama jika PT KA jadi merealisasikan rencana double track untuk jalur KA dari Surabaya ke sejumlah wilayah lain di Indonesia.
“Jika misalnya jarak antara frontage road dengan rel cukup dekat dan mepet. Pasti realisasi double track mengalami kendala,” jelasnya.

Untuk itu, sebagai solusi mengurai kemacetan lalu lintas secara jangka panjang,kata Hita, pemerintah harusnya memprioritaskan pembangunan bus way. Karena keberadaan angkutan massal ini sangat penting untuk menarik minat masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum.
“Dengan begitu penggunaan kendaraan pribadi dapat dikurangi,” imbuhnya.

Hal itu dinilai penting, karena saat ini, di Surabaya ketika jam kerja, orang yang berangkat menuju kantor banyak yang menggunakan kendaraan pribadi dibanding yang menggunakan angkutan umum. Persentasenya 90 persen kendaraan pribadi, sedangkan 10 persen angkutan umum.
“Khusus untuk kendaraan pribadi yang dipakai ke kantor, 70 persenya adalah sepeda motor, 30 sisanya dengan mobil,” kata Hita.

Padahal di negara lain, misalnya Singapura ketika jam kerja penggunaan angkutan umum ke tempat mencapai 40 persen dan hanya 60 persen saja yang menggunakan kendaraan pribadi. “Makanya untuk mengubah agar masyarakat tertarik menggunakan angkutan umum, sistem moda transportasi umum harus diperbaiki. Dan terpenting harus ada interkoneksi antar moda transportasi satu dengan lainnya,” tukasnya.

Kepala Bappeko Tri Rismaharini mengatakan rencana double track yang akan dibuat PT KAI nantinya berada di atas rel saat ini sehingga tidak akan mempengaruhi lajur frontage road yang ada. “TIdak akan ada perluasan lahan untuk double track ini. Saya sudah koordinasi dengan PT KA,” ujar Risma. Uji/uus

Dibaca: 160 kali

  • Editor : jps

Kirim Komentar