CIKEAS - SURYA— Gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top, ternyata pernah menginap bersama dengan gerombolannya di Kompleks Perumahan TNI Angkatan Laut, Ciangsana, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rumah yang berada di Blok F1 Nomor 3 tersebut letaknya sekitar 2 kilometer dari kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas.
Fakta tersebut terungkap dalam gelar rekonstruksi yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror, Jumat (13/11) sekitar pukul 10.00. Rekonstruksi ini menghadirkan seorang tersangka teroris, Amir Abdillah.
Amir menunjukkan bahwa Noordin pernah datang dan bermalam di rumah itu bersama dua orang lainnya yang bernama Tono dan Dayat. Bersama dengan mereka juga ada bungkusan besar dan sejumlah tas yang diduga berisi bahan peledak.
Rumah berukuran sedang itu terlihat tak berbeda dengan rumah-rumah di sekitarnya. Tembok sisi-sisi rumah saling berimpitan dengan rumah-rumah di sebelahnya. Menurut keterangan Amir, rumah ini sudah dibeli oleh seseorang bernama Asdar dari seorang anggota marinir.
Namun, dalam rekonstruksi ini tak terungkap kapan rumah ini dibeli ataupun kapan Noordin dan gerombolannya bermalam di sana. Namun, dapat diperkirakan kejadian itu berlangsung sebelum kasus penggerebekan di Jati Asih, Bekasi. Sebab, belakangan diketahui sejumlah bungkusan yang ada di Ciangsana telah berada di Jati Asih saat penggerebekan.
Kehadiran penjahat paling dicari dalam beberapa tahun terakhir di kompleks perumahan angkatan bersenjata tersebut sama sekali tak tercium. Bahkan, terbukti, Noordin dkk dapat dengan mudah melewati pos penjagaan Provost AL yang ada di depan kompleks perumahan tersebut.
“Saya sama sekali enggak tahu kalau Noordin pernah tinggal di situ,” kata Buyung, salah satu penghuni yang rumahnya tepat berada di depan “rumah Noordin”.
Berdasarkan sejumlah keterangan di lapangan, pengalihan kepemilikan rumah di dalam kompleks militer tersebut sudah banyak terjadi sehingga kini tidak semua penghuni kompleks tersebut berasal dari AL.
Dalam rekonstruksi ini juga hadir perwakilan dari POM AL. Mereka pun berupaya mengumpulkan keterangan seputar digunakannya tempat mereka sebagai lokasi persembunyian kelompok teroris.
Glo/kcm
Dibaca: 110 kali