KLOJEN- SURYA- Hanya berselang dua hari dari peristiwa perampokan motor Mio di Jl Veteran, perampokan motor di tengah jalan kota Malang kembali terjadi.
Aksi para pelaku juga semakin nekat dan sadis. Seperti yang dialami Hendrik Purnomo, 24, warga Jl S Supriadi, Kecamatan Sukun. Ia kehilangan Yamaha Vega R N-6760-EJ.
Peristiwa ini terjadi di Jl Semeru, depan sebuah SMP Kristen, Kamis (12/11) sekitar pukul 05.30 WIB, di saat jalan masih lenggang karena belum banyak orang beraktivitas.
Ditemui dirumahnya, Hendrik yang masih syok berat karena nyaris disabet celurit menuturkan, saat itu ia hendak pulang dan melaju dari arah barat ke timur. Bujang yang bekerja di kawasan Jl MT Panjaitan itu, memang selalu melintas di jalan tersebut jika menuju rumah usai jaga kantor.
Tepat di depan SMP Kristen, tiba-tiba saja dua sepeda motor menjepitnya dari sisi kiri dan sisi kanan. Salah satu pelaku yang dibonceng mengarahkan celurit ke leher.
“Begitu celurit diarahkan ke leher, saya langsung berhenti dan langsung saya ditendang dan jatuh. Motor dibawa oleh yang bawa celurit,” tutur Hendrik yang mengingat pelaku berjumlah tiga orang, memakai jaket hitam, berhelm standar dan menggunakan motor bebek Honda.
Begitu perampok kabur ke arah Jl Bromo, Hendrik sempat mencoba mengejar setelah berhasil menghentikan seorang pengendara motor yang kebetulan melintas. “Saya kejar dengan berboncengan motor ke arah mereka kabur, tapi mereka sudah tidak terlihat,” lanjut Hendrik.
Dalam dua bulan terakhir, perampasan motor di tengah jalan sudah sering terjadi. 28 September lalu, dua warga Malang, Feri Setiawan dan Vega Kartika, dirampas motornya di Jl Ciliwung dan Jl Veteran.
Pada 10 Oktober lalu, Nanang Kariawan, warga Jl Cokroaminoto, Kecamatan Klojen, kehilangan motor Yamaha Mio, N-5609-C, di Jl Basuki Rahmad. Sementara Dedik Santoso, 21, karyawan Indomaret Sawojajar, juga mengalami perampasan motor di kawasan Jl Panglima Sudirman pada 17 Oktober dini hari. Terakhir, Selvie, warga Dau, Senin lalu, kehilangan Yamaha Mio di Jl Veteran setelah dirampas empat perampok. why
Dibaca: 62 kali