JAKARTA | SURYA Online - Pemadaman listrik telah menjadi pemandangan sehari-hari. Pemadaman ini justru terjadi di kota-kota pusat pertumbuhan ekonomi nasional seperti Jakarta, Medan, dan Makassar. Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) menilai bila persoalan listrik ini tidak segera diselesaikan, momentum percepatan pertumbuhan ekonomi nasional akan segera terganggu. Tak hanya itu, investor dipastikan akan kabur ke negara-negara Asean lainnya seperti Vietnam dan Malaysia .
“Pemadaman ini sudah sangat meresahkan sebab bisa terjadi deindustrilisasi,” kata Ketua Umum HIPMI Erwin Aksa dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (12/11).
Dia mengatakan, peluang pertumbuhan ekonomi nasional sangat terbuka dengan suksesnya agenda politik nasional (Pemilu) 2009. Tak hanya itu, Indonesia juga masuk dalam kelompok 20 (G20) dimana kepercayaan asing meningkat atas masa depan ekonomi Indonesia .
Sayangnya, momentum ini kembali dicederai oleh minimnya layanan listrik memadai untuk perumahan maupun industri besar dan kecil. Erwin mengatakan, berbagai kendala memang sudah melilit dunia investasi. Kendala birokrasi, regulasi, infrastruktur, dan ketidakpastian hukum telah membuat investor berpikir banyak kali untuk masuk ke Indonesia .
Daftar masalah itu diperpanjang lagi dengan kelangkaan listrik yang terjadi dimana-mana. HIPMI mengingatkan, bila masalah listrik ini tidak segera diselesaikan dalam waktu dekat, target pertumbuhan ekonomi bukan saja tidak tercapai, melainkan juga bisa terjadi relokasi pabrik ke negara-negara yang dinilai efisien dan memiliki ketersediaan energi yang murah dan cukup.
HIPMI mengingatkan lagi, industri nasional semakin tidak bisa bersaing sebab target produksi tidak tercapai dan distribusi barang menjadi terlambat. Selain itu, biaya produksi membengkak. Pembengkakan biaya ini nantinya akan dibebankan ke konsumen. Faktor inilah yang membuat produk Indonesia akan sulit bersaing di dalam maupun di luar negeri.
aco/persda network
Dibaca: 135 kali