SURABAYA - SURYA- Suasana duka masih menyelimuti rumah Adrin Afianto alias Dani, 29, di Jl Siwalankerto 133 Surabaya, Kamis (5/11). Suami Anita, 27, ibu yang berupaya bunuh diri didahului melempar anaknya hingga tewas dari lantai IV Darmo Trade Center (DTC) Jl Stasiun Wonokromo, itu terlihat masih syok.
Namun Adrin masih bersedia menerima para wartawan yang ingin mengorek informasi darinya. ”Silakan masuk, tapi mohon maaf ya, saya jangan diambil gambarnya,” ujarnya.
Dengan mata merah, Adrin mengaku sangat sedih dengan perbuatan istrinya, apalagi nyawa anaknya yang masih berumur tiga tahun itu harus melayang karena kenekatan ibunya.
Dia tidak menyangka Anita yang kini kondisinya kritis itu nekat melakukan tindakan tersebut. Perbuatan wanita yang telah dinikahinya selama 13 tahun itu, dianggap sangat keterlaluan. Apalagi melibatkan Andika, 3, anak laki-laki satu-satunya sekaligus bungsu dari tiga bersaudara. ”Saya masih syok, mengapa istri saya senekat itu,” ungkapnya.
Adrin mengaku sudah merasakan firasat buruk sejak Senin (2/11) lalu. Saat itu, Andika sering menangis dan menolak saat diajak ibunya pergi. Andika memilih ikut Adrin setiap kali Adrin akan pergi ke rumah orangtuanya di Jl Siwalankerto 133 untuk membantu mengurus usaha fotokopi di depan rumahnya.
”Hari Senin itu, ibunya juga minta uang Rp 100.000 kepada saya tapi tidak bilang untuk apa. Saya juga langsung memberi tanpa bertanya,” kata Adrin.
Pada hari itu juga, Andika yang biasanya menolak rambutnya dipotong, tiba-tiba minta potong rambut kepada Adrin. Dia minta rambutnya dipotong model mohawk. Selasa (3/11) siang, Adrin memotong rambut Andika. Malamnya, mereka menikmati makan malam bertiga. ”Saat makan itu, saya tidak lagi merasakan hal yang ganjil pada Andika maupun ibunya,” lanjut Adrin yang mengaku sebelum menikah telah berpacaran tiga tahun dengan Anita.
Selanjutnya di hari naas Rabu (4/11), Adrin mengaku tidak dipamiti Anita mau pergi kemana. Rabu pagi, Anita sudah meninggalkan rumah dan Adrin menunggu kedatangan Anita hingga pukul 09.30 WIB untuk dipamiti pergi ke rumah Jl Siwalankerto. Tapi Anita tidak muncul juga. Namun Rabu sore, Adrin dikabari oleh kakaknya bila Andika dan Anita jatuh di DTC, kemudian dibawa ke RSI.
Tentang kehidupan sehari-hari bersama Anita, Adrin mengakui sering cek-cok. Ia mengaku, Anita dalam satu tahun terakhir sering marah-marah. Adrin juga mengaku sering marah kepada istrinya karena bergaul dengan rekannya yang diketahui sebagai perempuan malam. ”Saya sudah larang dia. Apalagi dia sering izin untuk keluar bersama temannya itu hingga lama,” lanjut Adrin.
Di sela-sela wawancara, sekitar pukul 11.30 WIB, terdengar siaran berita dari salah satu stasiun TV swasta di ruang tamu. Berita itu menyiarkan tentang Andika yang tewas akibat perbuatan Anita yang diduga stres karena suaminya selingkuh. Mendengar hal itu, Adrin langsung berdiri dan mematikan televisi tersebut.
”Aduh, dari mana informasi kalau saya selingkuh. Saya memang sering cek-cok sama dia (Anita), tapi bukan selingkuh. Saya selalu ingat anak-anak, saya hidup dengan dia demi anak-anak,” bantahnya.
Tentang surat wasiat yang ditulis Anita tentang kecintaannya pada Adrin, hingga Anita tak mau pisah hanya karena suaminya sudah berpaling ke wanita lain, itupun juga ditepisnya.
Di tengah wawancara itu, tiba-tiba anak keduanya yang bernama Sherly, 5, keluar dari ruangan lain yang ada TV-nya. Sambil berjalan dan menoleh pada bapaknya, Sherly menangis dan berucap, ”Andika di TV, Andika di TV, dia mati di TV,” ujarnya.
Diakui Adrin, Sherly adalah kakak Andika yang paling dekat. Sebelum tahu Andika tewas, beberapa kali Sherly minta diantarkan untuk bertemu Andika. Namun, karena repot dan merasa hari Minggu kemarin keduanya sudah bertemu, Adrin menjanjikan Sherly akan bertemu Andika hari Minggu depan.
Tak hanya Sherly, kakak pertama Andika, Selvi, 10, juga merindukan adiknya itu. Keduanya terlihat syok dan menangis apabila mengingat adiknya yang tewas secara mengenaskan tersebut.
Memaafkan
Di akhir wawancara, Adrin yang pernah bekerja sebagai loper koran, koordinator loper koran, dan koordinator kurir ekspedisi ini, mengaku telah memaafkan istrinya. Dia juga menolak kasusnya ini diteruskan oleh polisi.
”Saya akan tetap menerima istri saya kembali. Meski dia telah membuat anak bungsu kami meninggal, dia masih tetap istri dan ibu bagi anak-anak saya,” kata Adrin.
Adrin mengaku pasrah dan ikhlas kehilangan Andika. Untuk selanjutnya, Adrin mengaku akan berusaha menyembuhkan luka Anita.
Menurut Adrin, istrinya belum tahu bila Andika sudah meninggal. Karenanya, dia akan berusaha menyembuhkan luka batin istrinya, bila dia mengetahui Andika telah meninggal dunia. ”Saya sebenarnya takut dan bingung, bagaimana bila dia sembuh dan tahu kalau Andika sudah meninggal. Saya takut dia akan mengalami trauma yang lebih parah lagi,” ungkap Adrin.
”Kalau perlu ke ahli jiwa, akan saya lakukan,” tandasnya.
Adin berharap kepolisian tak memproses kasus ini. “Saya sudah cukup menerima cobaan dengan kehilangan anak yang sangat saya cintai. Saya tak ingin kehilangan istri,” tuturnya.
Sementara itu, polisi masih menetapkan kasus ini sebagai usaha bunuh diri ibu dan anaknya. Namun bila Anita sembuh dan dari hasil pemeriksaan dia terbukti melakukan usaha menghilangkan nyawa orang lain, dia akan dijerat pidana.
”Sampai saat ini kami masih belum ke arah sana, karena Anita masih belum bisa dimintai keterangan. Barang bukti yang kami pegang juga masih dua lembar surat wasiat dalam buku tulis,” kata AKP Kadarisman, Kapolsekta Wonokromo.
Secara terpisah, Kepala IRD RSU Dr Soetomo Dr Urip Moertedjo Sp BKL membenarkan jika Anita telah dirujuk ke RSU dr Soetomo. “Tadi malam dia sudah menjalani operasi dan sekarang mendapat perawatan di ruang ROI (Ruang Observasi Intensiv) ,” ujar Urip, Kamis (5/11).
Berdasarkan pemeriksaan medis, Anita diketahui mengalami patah tulang leher, patah tulang pinggang, patah tulang pinggul, dan mengalami trauma di perut. Sebagai tindakan pertama, tim dokter telah melakukan operasi di bagian perut dan pemasangan C-claim yang berfungsi mencegah perdarahan di bagian pinggul. “Kondisinya masih ktitis, perawatan dilakukan untuk menstabilkan kondisinya,” tambah Urip. rie/rey
Dibaca: 145 kali