Home » Surabaya Metro

Usut Kerusakan KA Surokerto, Masinis Tak Tahu Filter Oli Jebol

SURABAYA - SURYA
Keteledoran petugas kereta api lagi-lagi berakibat fatal. Kali ini bukan korban jiwa yang melayang, tetapi justru kerusakan pada lokomotif KA Arek Surokerto. Satu mesin rusak karena petugas tidak tahu kalau filter oli lokonya jebol kena tanduk kambing, namun KA terus dijalankan hingga akhirnya kehabisan oli dan mesinnya mulet. Sedang satu loko lagi rusak karena kompresinya kurang.

Rusaknya Kereta Api Angkutan Rakyat Ekonomi Kecil Surabaya Mojokerto (KA Arek Surokerto) mendapat kritik keras dari kalangan dewan. Anggota Komisi D (Bidang Transportasi) DPRD Jatim, Agus Maimun terang-terangan mengaku curiga dengan cepat rusaknya angkutan massal hasil daur ulang Kereta Api Listrik (KRL) menjadi Kereta Rel Diesel Elektrik (KRDE) itu.

“Makanya kasus tersebut harus diusut tuntas. Dan saya akan minta dewan memanggil Dishub & LLAJ Jatim serta PT KA untuk menjelaskan masalah tersebut,” tegas Agus Maimun kepada Surya, Jumat (30/10).

Alasan kerusakan agak sulit dicerna akal, padahal baru beroperasi 50 hari sejak diresmikan 29 Agustus lalu, dua trainset KA Arek Surokerto mesinnya sudah rusak. Padahal alokasi anggaran untuk proyek tersebut cukup besar, Rp 24 miliar dari APBN 2008. Dia juga khawatir alokasi anggaran tidak sesuai peruntukan.

Selain diusut tuntas, politisi PAN ini juga mendesak PT Inka mempercepat perbaikan mesin KA Arek Surokerto karena beroperasinya moda transportasi massal sangat diharapkan masyarakat Surabaya, Sidoarjo, dan Mojokerto.
Terlebih program dalam bidang transportasi ke depan adalah bagaimana menambah jumlah perjalanan kereta api (ekonomi dan komuter) dari Surabaya ke sejumlah daerah penyangga lainnya, seperti Sidoarjo, Mojokerto, Gresik, dan Lamongan.
“Kalau keretanya rusak, bukannya ada progres, tapi rencana menambah jumlah transportasi massal malah mundur dari program yang ditetapkan,” tandasnya.

Kepala Humas PT INKA Fathoer Rosyid membenarkan rusaknya dua mesin trainset KA Arek Sumokerto. “Tapi kerusakan mesinnya tidak sesederhana seperti yang disampaikan PT KA Daops VIII,” ujarnya lewat ponsel.

Dijelaskan Fathoer, satu trainset rusak setelah menabrak segerombolan kambing, dan setelah diteliti ternyata tanduk kambing menancap mengenai filter oli hingga bocor namun KA tetap dijalankan hingga kehabisan oli.
“Habisnya oli itulah yang membuat mesin rusak. Dan kalau melihat penyebabnya, dipicu faktor dari luar dan bukan karena operasionalisasi. Sementara satu trainset lainnya rusak karena tekanan anginnya kurang,” imbuh Rosyid.

Karena dua-duanya rusak, PT Inka, kata Rosyid akan segera memperbaiki mesin KA Arek Surokerto. Namun dirinya belum dapat memastikan kapan perbaikannya selesai. Karena untuk yang filter olinya bocor, ada bagian mesin yang harus diputus. Sementara untuk membubutkan mesinnya harus ke Balikpapan. “Itupun biasanya harus antri dulu. Belum perjalanannya ke sana. Pokoknya kalau perbaikan selesai, apakah dalam satu atau dua bulan ke depan, kereta akan langsung kita kembalikan ke PT KA Daops VIII,” janjinya. uji

Editor : jps

" Jika Anda ingin mempublikasikan kembali tulisan ini di website atau blog Anda, mohon cantumkan link aktif menuju artikel yang bersangkutan termasuk semua link yang ada di dalam artikel tersebut, terima kasih. "